Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Pasar Rakyat Nogosari di Boyolali akan segera ditempati dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah pun membuka peluang bagi masyarakat dan pedagang untuk mulai berjualan di pasar baru tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Purnawan Raharjo, mengatakan warga sekitar pasar akan mendapatkan prioritas utama untuk menempati lapak di Pasar Nogosari.
Purnawan menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Meski demikian, pedagang dari pasar lama tetap diperbolehkan untuk berjualan di pasar baru tersebut.
Namun, kuota utama tetap diberikan kepada warga sekitar pasar. Jika kuota belum terpenuhi, barulah akan dibuka untuk pedagang lainnya.
"Namun ketika nanti melebihi, ya kita waiting list," kata Purnawan, Rabu (8/4/2026).
Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana pembukaan pasar rakyat ini.
Sementara untuk warga sekitar, koordinasi dilakukan melalui kepala desa dan camat setempat.
Bagi masyarakat yang berminat berdagang, pendaftaran dapat dilakukan melalui UPT Pasar Nogosari.
Baca juga: Pasar Rakyat Nogosari Boyolali Dibuka, Pedagang Digratiskan Retribusi Selama 2026
Untuk menarik minat pelaku usaha, Disdagperin Boyolali menyiapkan stimulus berupa pembebasan retribusi selama masa uji coba.
Kebijakan ini berlaku sepanjang tahun 2026. Setelah masa uji coba berakhir, retribusi baru akan mulai diberlakukan pada tahun berikutnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme pedagang sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar baru tersebut.
Pemerintah berharap kehadiran Pasar Rakyat Nogosari dapat membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Harapannya pasar baru membawa aura baru dan mudah-mudahan Nogosari menjadi maju," pungkasnya.
(*)