TRIBUNDEPOK-Israel terus melakukan serangan ke Lebanon meskipun Iran dan Amerika Serikat (AS) telah memutuskan gencatan senjata.
Serangan Israel ke Lebanon itu terjadi di hari pertama pengumuman AS dan Iran yang menerima poin-poin gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026).
Dimuat media nasional Iran Press Tv, terlihat ledakan terjadi Kota Tirus, Lebanon.
Disebutkan ledakan yang berasal dari serangan Israel tersebut mengenai sebuah mobil yang melintas di sebuah jalan di Kota Tirus, Lebanon.
“Pasukan rezim Israel menyerang sebuah kendaraan di Kota Tirus, Lebanon,” tulis Press Tv.
Dilaporkan serangan Israel itu mengenai mobil ambulan dan membunuh empat orang di dalamnya.
Tolakan gencatan senjata terhadap Lebanon itu sendiri sudah dipastikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Meski Netanyahu menerima gencatan senjata AS dengan Iran, Israel disebut ogah berdamai dengan Lebanon.
Israel memastikan akan tetap menyerang Lebanon dalam peperangan Timur Tengah kali ini.
“Gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak termasuk Lebanon,” tulis PM Israel.
Israel selama ini berdalih menyerang pasukan Hizbullah dalam serangan ke Lebanon.
Namun nyatanya, serangan Israel ke Lebanon kerap menewaskan warga sipil di negara yang berbatasan dengan Israel tersebut.
Terhitung sejak eskalasi meningkat pada Maret 2026, seribu lebih warga Lebanon tewas dalam serangan Israel.
Bahkan tiga di antaranya merupakan pasukan Perdamaian PBB yang berasal dari Indonesia.
Serangan Israel yang masih berlanjut membuat Menteri Ekonomi Lebanon buka suara.
Menteri Ekonomi Lebanon Amer Bisat mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mendapatkan kejelasan mendesak mengenai apakah negara itu termasuk dalam gencatan senjata.
Baca juga: Berujung Gencatan Senjata, Israel Merasa Gagal Total Dalam Perang Iran
Dimuat CNBC, Bisat pun mendengar bahwa Lebanon ada dalam bagian gencatan senjata. Namun demikian pihak lain termasuk Israel menyebut Lebanon tidak termasuk.
Lebanon pun mendesak agar Israel segera menghentikan serangan.
“Beberapa pihak menyatakan bahwa Lebanon adalah bagian dari gencatan senjata, sementara pihak lain, termasuk dari Israel, menyatakan sebaliknya. Ini adalah sesuatu yang perlu kita konfirmasi dalam beberapa jam ke depan. Jelas, harapan dan tuntutan kami selalu untuk mengakhiri permusuhan,” kata Bisat.
Sebelumnya dikabarkan terdapat 10 poin dari gencatan senjata Iran Vs AS.
Meski belum dibuka ke publik, namun beberapa poin gencatan senjata itu tersebar di media sosial.
Di antara poin gencatan senjata adalah Amerika Serikat akan mengharuskan Washington untuk menerima program pengayaan uraniumnya dan pencabutan semua sanksi.
Iran juga mengatakan bahwa rencana tersebut akan membutuhkan “kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz, penerimaan pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder.”
Tuntutan utama lainnya dalam rancangan tersebut, yang diajukan melalui mediator di Pakistan, mencakup penarikan militer AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjadikan kesepakatan apa pun mengikat.
Yang terpenting, rencana tersebut juga menyerukan perluasan kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima minyak dunia yang secara efektif telah diblokir untuk lalu lintas maritim sejak dimulainya konflik pada Sabtu (28/2/2026).
Pengumuman ini disampaikan setelah Pakistan mengajukan proposal menit-menit terakhir untuk mencegah serangan besar-besaran AS terhadap Iran.
AS disebut menerima 10 poin yang diajukan tersebut.