SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai menyesuaikan pola pembelajaran dengan mengombinasikan sistem luring dan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kebijakan ini diterapkan sebagai respons atas arahan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Namun, UB Malang tetap mempertimbangkan efektivitas proses belajar mahasiswa.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Malang, Prof Imam Santoso, menegaskan bahwa penerapan PJJ tidak dilakukan secara menyeluruh.
UB memilih pendekatan selektif dengan mempertahankan pembelajaran tatap muka untuk kegiatan yang membutuhkan interaksi tinggi.
"Mahasiswa semester satu hingga empat, termasuk kegiatan praktikum, studio, dan pembelajaran yang membutuhkan keahlian spesifik, tetap kita upayakan dilakukan secara luring," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/4/2026).
Sebaliknya, mahasiswa semester lima ke atas akan mulai diarahkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Baca juga: Harga Kedelai di Kota Malang Naik, Komoditas Dipengaruhi Situasi Global dan Pemerintah Pusat
Termasuk di dalamnya kegiatan akademik seperti bimbingan, seminar, hingga rapat yang dinilai lebih fleksibel dilakukan tanpa harus hadir di kampus.
Menurut Prof Imam, kebijakan ini juga memberikan ruang bagi dosen untuk menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setidaknya satu kali dalam sepekan.
"Fakultas yang akan memfasilitasi platformnya, sehingga kegiatan pembelajaran bisa terkontrol dengan baik, termasuk rekam jejak bimbingan dan perkuliahan," jelasnya.
Meski demikian, UB tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan dalam pembelajaran daring.
Terutama terkait efektivitas interaksi antara dosen dan mahasiswa.
Karena itu, kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi tetap diwajibkan berlangsung secara tatap muka.
"Kegiatan seperti praktikum atau penelitian yang harus di laboratorium tetap dilakukan di kampus. Itu tidak bisa digantikan daring," tegasnya.
Baca juga: Anggaran Terbatas, Perbaikan Sekolah Rusak di Kota Malang Andalkan Program Revitalisasi dari Pusat
Lebih lanjut, Prof Imam menyebut penerapan PJJ di UB akan disesuaikan oleh masing-masing program studi.
Setiap prodi akan mengevaluasi mata kuliah yang bisa dilakukan secara daring maupun yang wajib luring.
"Penyesuaian ini tidak boleh mengubah capaian pembelajaran. Itu yang menjadi penekanan utama," tambahnya.
Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan dalam waktu dekat, menyusul terbitnya surat edaran resmi dari Rektor UB.
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa di UB justru lebih menyukai proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka.
Hal tersebut mempermudah mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen, maupun temannya sesama mahasiswa saat berada di dalam kelas.
"Kalau disuruh milih ya enakan luring tatap muka. Koordinasinya sama teman bisa langsung. Apalagi waktu garap tugas," kata Dinda, mahasiswi semester 6 di Fakultas Ilmu Komputer UB.
Meski demikian, pembelajaran dengan menggunakan sistem daring bukan menjadi hal yang tabu bagi Dinda.
Ia juga kerap menjalani pembelajaran lewat zoom.
Terutama saat mendapatkan penggantian jadwal, ketika dosen tidak bisa mengajar secara langsung saat luring.
"Biasanya kalau dosen gak bisa mengajar itu diganti hari yang lain atau kelas pengganti."
"Tapi kalau seandainya gak ada jadwal yang pas, proses pembelajaran dilakukan secara daring lewat zoom," ungkapnya.
Baik daring maupun luring menurut Dinda sama-sama memiliki kelebihan tersendiri bagi mahasiswa.
Bedanya kalau luring bisa langsung berinteraksi langsung, sementara daring jadwalnya lebih fleksibel.
"Daring memang fleksibel. Tapi menurutku interaksinya kurang. Dan itu juga tergantung dosennya."
"Ada dosen yang kerap menunjuk mahasiswa, tapi ada juga yang hanya menjelaskan," tandasnya.
Baca juga: Tebing di Desa Dalisodo Malang Longsor pada 3 Titik, Material Longsor Tutup Akses Jalan Alternatif
Sebelumnya, pemerintah akan menerapkan pjj untuk mahasiswa perguruan tinggi semester 5 ke atas.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkap bahwa kebijakan tersebut akan dimulai pada pekan ini.
Nantinya, setiap program studi (prodi) diminta untuk mencermati mata kuliah mana yang bisa dilakukan pembelajaran jarak jauh.
Meski tidak belajar di kelas, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut jangan sampai mengurangi kualitas pembelajaran.
"Mobilitas mahasiswa itu bisa lebih sederhana karena semuanya digital, sehingga jauh lebih efisien."
"Kita juga meminta tugas-tugas itu sebisa mungkin digital sehingga misalnya tugas akhir yang dulu harus cetak 5 itu bisa dikurangi," tandasnya.