TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor bakal melakukan renovasi gedung di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Renovasi Gedung DPRD Kota Bogor meliputi kamar mandi, ruang Forkompimda, ruang fraksi, hingga pengecatan pagar dan tiang lampu.
Anggaran mengecat pagar dan lampu bahkan mencapai Rp 150 juta.
Dilihat dari Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), pengecatan pagar dan tiang DPRD Kota Bogor masuk dalam anggaran APBD 2026.
Proyek tersebut termasuk dalam pengadaan langsung dengan nilai pagu paket Rp 150.588.000 dan HPS Rp 149.760.704,32.
Data dari SPSE, pemenang proyek adalah CV Mahkota Muda yang beralamatkan di Jalan Raya Semplak Nomor 335 RT 004/007, Semplak, Kota Bogor.
Sekretaris DPRD Kota Bogor Boris Derurasman menerangkan angka tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Sudah sesuai standarnya, semua juga melihat dari standar harga," kata Boris saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (7/4/2026).
Ia menerangkan pagar yang akan dicat meliputi seluruhnya yang mengitari Gedung DPRD Kota Bogor.
"Pagar, tiang-tiangnya, semua, sekeliling," katanya.
Selain itu nominal tersebut juga termasuk pergantian lampu bulat yang ada di kawasan gedung.
Baca juga: Gedung DPRD Kota Bogor Dipercantik, Cat Pagar Rp 150 Juta, Renovasi Ruang Wakil Rakyat Rp 400 juta
"Penggantian lampu bulat. Lihat saja sudah hitam (kotor) banget yang depannya. Bukan kotor lagi, sudah ada yang bolong juga," katanya.
Selain cat pagar dan tiang lampu, Sekwan DPRD Kota Bogor juga melakukan renovasi sejumlah ruang lain.
Berikut ini rinciannya :
1. Kamar mandi lantai 1-5 Rp 165.255.822
Jasa konsultasi pengawasan Rp 20.818.050
2. Penataan Ruang Forkompimda, Ruang Wakil Ketua I dan Ruang Anggota Rp 271. 154.651
Jasa konsultasi Rp 24.424.440
3. Penataan Ruang Fraksi Rp 388.329.136
4. Pengecatan Pagar dan Tiang Lampu Taman Bulat Rp 146.965.895
Jasa Konsultasi Pengawasan Rp 18.487.050
5. Penataan Ruang Serbaguna, Ruang Rapat Lantai 1 Ruang Masuk Lorong Lantai 2 dan Lantai 5 Rp 191.550.787
Jasa konsultasi Rp 23.243.400.
Boris Derurasman mengatakan semua itu dilakukan sebagai perawatan gedung.
"Kalau tidak dipelihara semua juga rusak, udah 9 tahun. Masa bangunan gak kita pelihara," katanya.
Gedung DPRD Kota Bogor mulai beroperasi pada 1 April 2019 setelah tiga tahun dibangun dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar.
Menurutnya kini sudah dilakukan pemeliharaan agar gedung tetap terawat.
"Kalau kita mah kan rumah rakyat, dikunjungin semua orang, dipakai sama orang, kamar mandi serbaguna dipakai orang terus, paripurna orang pada datang semua. Anggota komisi dengan OPD kan dipakai, kalau kita gak pelihara semua juga pasti (rusak)," katanya.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan renovasi gedung.
"Belum ada rencana renov," kata Adil.
Semua proyek tersebut kini dalam tahap penandatangan kontrak.
Meski demikian Adit mengaku tidak mengetahui sama sekali.
"Wah ke Pak Sekwan (Boris) aja. Gak apal euy," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t