Ditransfer ke Rekening Ratu Meta, Nasib Uang Ratusan Juta Milik Anisa Bahar Jadi Tanda Tanya
Achmad Maudhody April 08, 2026 06:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ditransfer ke rekening Ratu Meta, nasib uang ratusan juta Anisa Bahar jadi tanda tanya.

Nasib malang tengah dialami oleh pedangdut senior Anisa Bahar.

Ia kini dibuat pusing setelah uang hasil kerja kerasnya seolah menguap.

Anisa diduga jadi korban penipuan. Nominal uang yang jadi persoalan tak main-main, mencapai Rp100 juta.

Ia mengaku, awalnya mengirimkan uang tersebut kepada koleganya sesama pedangdut, Ratu Meta.

Sebelum mengirimkan uang, Anisa tak terlalu memperhatikan alasan Ratu meminta uang tersebut dikirimkan.

"Saat Ratu Meta pinjam uang, saya kirim Rp 100 juta, tapi enggak tahu masalahnya," kata Anisa Bahar di Cipete, Jakarta Selatan, dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (7/4/2026).

Ketika uang ditransfer ke Ratu Meta, Anisa Bahar mendapat kabar kakaknya sakit dan pingsan di pinggir jalan.

"Aku nangis minta Meta untuk kirim balik uangku buat berobat kakak di rumah sakit," ucap wanita berusia 51 tahun itu.

Baca juga: Perut Buncit Lindi Fitriyana Terekam Kamera, Usia Kehamilan Istri Baru Virgoun Ramai Dibahas

Ibu Juwita Bahar ini kaget saat tahu uangnya dibawa NV, teman Ratu Meta.

"Aku sampai berantem sama Meta, yang enggak bilang jujur," ucap Anisa Bahar.

Saat ini Anisa Bahar sudah berdamai dan memaafkan Ratu Meta.

Sejauh ini belum ada kejelasan soal uang Anisa Bahar yang dipinjam teman Ratu Meta.

"Aku cuma mau uangnya balik," ujar Anisa Bahar.

Penjelasan Ratu Meta

Pedangdut Ratu Meta mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh teman sendiri berinisial NV dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Selatan.

Ratu Meta mengakui, dirinya melibatkan Annisa Bahar, bermula karena ingin membantu NV yang tengah kesulitan biaya untuk membeli tiket pesawat.

“NV ini telepon saya nangis-nangis minta tolong dicarikan uang buat beli tiket,” ujar Ratu Meta saat ditemui bersama Anisa Bahar di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

"NV ini dia punya usaha travel gitu dan aku sudah kenal lama sama dia," sambungnya.

Meta yang iba dan turut merasakan kesedihan NV, langsung membantu mengirimkan uang sebesar Rp 25 juta. Namun, menurut NV, uang itu masih kurang. 

"Aku gak tegaan akhirnya aku bantu. Aku sudah kirim ke dia, terus pinjam Anisa Bahar dikirimkan sama Anisa Rp 100 juta, dan Dini Vitri Rp 50 juta," ucapnya.

"Saya percaya karena dia bilang akan kembalikan uang itu satu minggu kemudian," tambahnya.

"Kenapa aku mau? Karena aku gak tau buat travel. Karena percaya sama Meta ya aku transfer aja Rp 100 juta," timpal Anisa Bahar.

Setelah satu minggu, diakui Meta kalau NV menghilang tanpa jejak.

Ditunggu sampai November 2025 lalu, terduga pelaku pun tidak menunjukkan itikad baiknya.

"Aku tuh sampai datang ke rumahnya NF buat menagih tapi gak ada dianya. Aku ketemu anaknya dan mereka minta waktu karena mau jual rumah," jelasnya.

Akhirnya Meta mengunggah kejadian dugaan penipuan yang diduga dilakukan NV ke media sosial. Ia tak menyangka, ternyata korbannya bukan dirinya saja.

"Aku sampai masuk ke grup korban NF. Ya banyak banget korbannya," ungkapnya.

Usai menunggu terlalu lama, Meta memutuskan untuk melapor ke Polres Metro Tangerang Selatan lewat kuasa hukumnya, Ferry Aswan.

"Kesabaran kami sudah habis. Kami sudah nunggu lama eh ternyata kami diancam mau dilaporkan melanggar UU ITE. Akhirnya yaudah kami laporkan," katanya.

Laporan Ratu Meta diterima penyidik Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan LPI8/965/IV/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN POLDA METRO JAYA.

"Kami cuma mau uang kami balik. Total kerugian sampai Rp 300 juta lebih," ujar Ratu Meta.

(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.