Tribunlampung.co.id, Iran - Pengumuman gencatan senjata selama 2 minggu, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran langsung membuat harga minyak dunia terjun bebas.
Harga minyak mentah berjangka AS tercatat turun sekitar 16,5 persen ke level sekitar 94 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak acuan global Brent juga merosot signifikan hingga sekitar 95 dolar AS per barel.
Namun di sisi lain, indeks saham global justru meroket tajam.
Al Jazeera melaporkan, pengumuman tersebut memicu reli pasar karena investor menyambut kemungkinan dibukanya kembali aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur vital energi global.
Dikutip dari Tribunnews.com, Bloomberg melaporkan indeks saham Asia Pasifik naik hingga 4,5 persen, sementara kontrak berjangka Wall Street menguat lebih dari 2 persen.
Baca juga: Peringatan Terakhir Trump ke Iran, Buka Selat Hormuz atau Seluruh Negara Hancur
Reli ini terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan akibat lonjakan harga energi dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Selain saham, obligasi pemerintah AS juga menguat seiring meredanya kekhawatiran inflasi.
Reuters melaporkan, penurunan harga minyak mendorong ekspektasi bahwa tekanan harga akan mereda dan membuka peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Nilai dolar AS yang sebelumnya menjadi aset aman juga melemah, sementara emas justru menguat.
Pengumuman gencatan senjata ini disampaikan Trump hanya beberapa jam sebelum tenggat ancaman peningkatan serangan terhadap Iran.
Trump menyebut kedua pihak telah mencapai kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai jangka panjang.
“Ini adalah awal yang baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali yang lebih permanen,” tulis analis IG Tony Sycamore, seperti dikutip Al Jazeera."
"Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa Washington mencari jalan keluar dari konflik yang telah memicu lonjakan harga minyak hingga 50 persen pada Maret lalu."
“Pasar telah memprediksi bahwa Trump sedang mencari jalan keluar dari konflik di Iran,” kata Jamie Cox dari Harris Financial Group.
“Sekarang dia mendapatkannya dan memanfaatkannya,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa reli pasar ini masih rentan.
Bloomberg mencatat investor tetap menunggu kepastian apakah gencatan senjata akan bertahan dan aliran energi melalui Selat Hormuz benar-benar kembali normal.
“Untuk saat ini, ini melegakan pasar, tetapi tidak ada jaminan keadaan akan berjalan mulus,” kata Hiroyuki Ueno dari Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.
Kesepakatan ini juga memberi ruang bagi negosiasi lanjutan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Namun, pasar dinilai masih akan bergerak volatil seiring perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Ketidakpastian terhadap keberlanjutan gencatan senjata membuat investor tetap berhati-hati dalam merespons euforia pasar jangka pendek.
Apa isi 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Iran?
Lembaga penyiaran milik pemerintah Iran merilis rincian 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Teheran:
Dikutip dari BBC, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan bahwa perundingan akan digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dalam jangka waktu maksimal 15 hari untuk "memfinalisasi" rincian kesepakatan.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa perundingan dilakukan agar "kemenangan Iran di medan perang juga dapat dikonsolidasikan dalam perundingan politik".
Pernyataan SNSC itu melampaui 10 butir syarat gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan televisi pemerintah Iran.
Dalam pernyataan tersebut juga diklaim bahwa AS telah menyetujui sejumlah poin berikut: