Pangdam Kristomei Ungkap Kemajuan Kopdes Merah Putih Saat Halal Bihalal di Kodim
Reny Fitriani April 08, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menghadiri acara halal bihalal dan silaturahmi bersama jajaran Forkopimda Lampung Tengah, tokoh agama, dan masyarakat di Kodim 0411/KM, Rabu (8/4/2026).  

Mengusung tema "Bersama Rakyat dan Ulama TNI Kuat", acara ini bertujuan mempererat sinergi dalam pembangunan daerah dengan mengundang 1.500 undangan yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan umum.

​Dalam pernyataannya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menekankan pentingnya kedekatan antara TNI, ulama, dan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan Provinsi Lampung. 

Pada momen Idulfitri ini, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala tindakan anggota TNI yang mungkin melukai hati rakyat.

​"Kami berharap ke depan hubungan TNI dan rakyat semakin erat agar kita bisa bersama-sama mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat," ujar Pangdam.

Baca Juga Pangdam Kristomei Doakan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon dan Gelar Salat Gaib

"Semoga silaturahmi ini melahirkan keterbukaan dan kerja sama yang lebih solid antar-anak bangsa demi kesejahteraan masyarakat Lampung pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya," imbuhnya.

Dalam momen halal bihalal tersebut, Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga membahas terkait program ekonomi yang bergulir di tengah masyarakat.

 

Pangdam mengungkapkan kemajuan signifikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Lampung. 

Saat ini, sebanyak 137 koperasi telah rampung 100 persen. 

Capaian ini diklaim sebagai salah satu yang terbaik di luar Pulau Jawa, dengan target jangka panjang mencapai 2.100 unit.

​"TNI AD bertanggung jawab membangun infrastrukturnya. Untuk operasional dan peresmiannya, kami menunggu arahan dari kementerian terkait dan pemerintah pusat," jelasnya, sembari mengutip Pasal 33 UUD 1945 mengenai asas kekeluargaan dalam ekonomi.

Dalam acara tersebut, Pangdam juga menerima aspirasi terkait penambahan koramil yang dinilai kurang dan perlu ditambah. 

Menanggapi aspirasi tersebut, Mayjen TNI Kristomei menilai bahwa pembangunan unit Koramil baru harus mengikuti Rencana Strategis (Renstra) TNI AD. 

Namun, ia menawarkan solusi inovatif melalui Batalyon Teritorial Pembangunan.

​"Jika ada kecamatan yang sudah menyediakan lahan dan bangunan, kami akan tugaskan personel dari Batalyon Teritorial Pembangunan untuk mengisinya. Ini demi membantu keamanan dan ketertiban masyarakat secara lebih cepat," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)​

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.