TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif disorot usai berhasil menawarkan kesepakatan gencatan senjata dalam perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
Bahkan sejumlah negara Eropa memuji Sharif yang dianggap telah menyelamatkan dunia dari krisis berkepanjangan karena perang di Timur Tengah tersebut.
Diketahui selama satu bulan lebih berperang dengan AS, Iran selalu menolak tawaran mediasi dari negara manapun untuk gencatan senjata.
Iran mengaku ingin membalas sakit hati atas kematian Pemimpin mereka Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel dan membuat negara tersebut mengambil pelajaran agar tidak mengganggu Iran lagi.
Namun demikian, Iran akhirnya menerima poin-poin gencatan senjata yang ditawarkan oleh Pakistan.
Pun dengan AS yang lebih dulu memberikan sinyal gencatan senjata menerima poin yang ditawarkan Pakistan atas Iran.
Bahkan Presiden AS Donald Trump pun mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Tempur Pakistan Asim Munir dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Lalu siapakah sosok Shehbaz Sharif?
Mian Muhammad Shehbaz Sharif adalah seorang politikus dan pengusaha Pakistan yang menjabat sebagai perdana menteri Pakistan sejak tahun 2024.
Shehbaz Sharif juga sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan pada tahun 2022 dan 2023. Ia juga
Sebelum menjadi Perdana Menteri, pria kelahiran 23 September 1951 itu pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim Pakistan (N) dan kepala menteri Punjab sebanyak tiga kali, dengan total masa jabatan lebih dari 12 tahun.
Hal ini menjadikan Shehbaz sebagai orang yang paling lama menjabat dalam posisi tersebut.
Keluarga Shehbaz adalah orang Punjabi dengan keturunan Kashmir. Ayahnya, yakni Mian Muhammad Sharif adalah seorang pengusaha dan industrialis kelas menengah atas yang keluarganya beremigrasi dari Anantnag di Kashmir untuk berbisnis.
Orang tua Shehbaz kemudian menetap di desa Jati Umra di distrik Amritsar, Punjab, pada awal abad ke-20. Keluarga ibunya berasal dari Pulwama.
Dimuat situs resmi Pakistan, Shehbaz merupakan lulusan dari Government College, Lahore dengan predikat istimewa.
PM Pakistan itu juga pernah menjabat sebagai Presiden Kamar Dagang dan Industri Lahore pada tahun 1985.
Kemudian, Shehbaz terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Anggota Majelis Punjab pada tahun 1988-1990 dan sebagai Anggota Majelis Nasional pada tahun 1990-1993.
Baca juga: Israel Terus Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata AS dan Iran
Shehbaz terpilih kembali sebagai Anggota Majelis Punjab pada tahun 1993 dan menjabat sebagai Pemimpin Oposisi pada tahun 1993-1996.
Dia menjadi Anggota Majelis Punjab untuk periode ketiga pada tahun 1997 dan terpilih sebagai Kepala Menteri provinsi Punjab dan menjabat hingga tahun 1999.
Ia memainkan peran utama dalam pemulihan demokrasi di negara itu dan terpilih tanpa lawan sebagai Anggota Majelis Punjab untuk keempat kalinya pada tahun 2008, dan menjabat sebagai Kepala Menteri Punjab untuk kedua kalinya (dari Juni 2008 hingga Maret 2013).
Dalam pemilihan umum yang diadakan pada Mei 2013, ia terpilih di tiga kursi Majelis Provinsi dan satu kursi Majelis Nasional dan terpilih sebagai Kepala Menteri Punjab untuk ketiga kalinya.
Kemudian dari tahun 2018 hingga April 2022, Shehbaz Sharif menjabat sebagai pemimpin oposisi di Majelis Nasional Pakistan.
Sebagai pemimpin oposisi sekaligus Presiden Liga Muslim Pakistan (Nawaz), Shehbaz telah berada di garis depan perjuangan untuk demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan berekspresi di negara tersebut.
Shehbaz Sharif adalah seorang yang sangat percaya pada supremasi hukum dan kekuasaan konstitusi.
Ia mendukung masyarakat pluralistik yang menghargai keberagaman dan menganggap pengabdian publik sebagai ciri khas filosofi politiknya.
Selain sibuk di politik, Shehbaz Sharif menggemari olahraga renang dan kriket.