Namanya Ikut Terseret, Jusuf Kalla Minta Jokowi Segera Tunjukkan Ijazah Asli
Dedi Qurniawan April 08, 2026 07:35 PM

POSBELITUNG.CO - Nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mendadak ikut terseret dalam pusaran polemik ijazah Presiden Joko Widodo yang tak kunjung usai

JK merasa dirugikan lantaran dituding sebagai pihak di balik layar yang mendanai isu ijazah palsu tersebut, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengambil langkah hukum ke Bareskrim Polri guna membersihkan namanya dari fitnah yang beredar.

Buntut dari namanya yang ikut diseret-seret, Jusuf Kalla meminta Presiden Jokowi untuk segera memungkasi kegaduhan ini dengan cara menunjukkan ijazah aslinya ke hadapan publik.

Menurut JK, langkah sederhana tersebut adalah kunci utama untuk menghentikan spekulasi liar yang tidak hanya merugikan martabat individu, tetapi juga telah menguras energi bangsa dan menyebabkan perpecahan sosial yang berlarut-larut.

Hal tersebut diungkapkan Jusuf Kalla saat mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar atas tudingan mendanai isu ijazah palsu Jokowi, Rabu (8/4/2026).

"Pak Jokowi yakin bahwa punya ijazah asli. Sebenarnya untuk kita stop ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," kata Jusuf Kalla, dikutip dari tayangan kanal YouTube Kompas TV.

 Jusuf Kalla menilai bahwa kasus ijazah Jokowi sudah hampir tiga tahun membuat masyarakat tanah air resah.

Selain itu, Jusuf Kalla juga menyebut polemik ijazah Jokowi ini telah menghabiskan waktu hingga uang puluhan miliar untuk membayar pengacara.

"Sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun meresahkan masyarakat, merugikan waktu Pak Jokowi, merugikan semua," ujarnya.

"Puluhan miliar uang habis untuk (membayar) pengacara. Seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan tanpa keterlibatan," imbuhnya.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa polemik ijazah Jokowi sudah membuat perpecahan di masyarakat.

 "Pro kontra kan perpecahan. Paki-makian di TV itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu," tuturnya.

"Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita. Masalahnya ini dua tahun, tiga tahun. Ini tinggal kasih lihat (ijazah) selesai," sambungnya.

Jusuf Kalla yakin, sebagai mantan presiden, Jokowi tidak menginginkan masyarakat terpecah belah karena persoalan ijazahnya.

Ia berharap Jokowi menunjukkan ijazah aslinya bulan April 2026 ini agar perpecahan tersebut segera usai.

"Daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, kita harapkan selesai bulan ini dengan (Jokowi) menunjukkan 'ini ijazah saya.' Selesai itu saya yakin," kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya, kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, sudah melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan fitnah mendanai isu ijazah palsu Jokowi di Bareskrim Polri, Senin (6/4/2026).

Abdul menjelaskan pihaknya tidak hanya melaporkan Rismon, tetapi juga pemilik YouTube dan YouTuber yang menjadi narasumber turut dilaporkan.

Mereka ialah pemilik program Ruang Konsensus Bhudius M Piliang yang menghadirkan Mardiansyah Semar, Ketua Rampai Nusantara.

Lalu, kanal YouTube Musik Ciamis yang diduga turut menyebarkan statement atau pernyataan serupa.

Kemudian, kanal YouTube Mosato TV dengan pemiliknya Laurensius Irjan Buu yang menulis judul JK Diseret Pidana Provokasi.

"Dalam pernyataan di YouTube itu, Mardiansyah menyampaikan bahwa Pak JK ini apa namanya, sudah tidak lagi punya apa, masih punya insting berkuasa yang tidak rasional. Ya, ada kalimat yang menuduh Pak JK pecundang gitulah ya kalau kita tarik, sehingga gerakan beliau itu mengarah kepada inkonstitusional," kata Abdul.

Sementara itu, kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menuding Jusuf Kalla sebagai penyokong dana dalam isu ijazah palsu Jokowi.

Jahmada menjelaskan bahwa Rismon Sianipar tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla.

Ia mengatakan pernyataan yang beredar adalah hasil buatan Artificial Intelligence (AI).

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK," kata Jahmada Girsang saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (6/5/2026).

Meski begitu, Jahmada tidak merinci terkait pernyataan sebenarnya yang dilontarkan oleh Rismon.

Termasuk respons kliennya yang rencananya akan dilaporkan oleh JK ke Bareskrim Polri atas tudingan tersebut.

"Saya no comment ya," ucapnya saat ditanya soal rencana dilaporkan JK.

(Tribunnews.com/Rakli/ Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.