Gencatan Senjata Iran - Amerika Serikat Tercapai, Gedung Putih Klaim Menang, Simak Versi Media di AS
Dedi Qurniawan April 08, 2026 07:35 PM

POSBELITUNG.CO -Gencatan senjatan antara Iran dan Amerika Serikat yang tercapai pada Rabu (8/4/2026) diklaim sebagai kemenangan Ameika.

Klaim tersebut disampaikan Gedung Putih lewat Sekretaris Pers, Karoline Leavitt

"Keberhasilan militer kita menciptakan pengaruh maksimal, memungkinkan Presiden Trump dan timnya terlibat dalam negosiasi sulit yang kini membuka peluang bagi solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang," kata  Karoline Leavitt

Gencatan senjata tersebut mendorong pasar saham melonjak, seiring harapan bahwa krisis yang telah mengguncang ekonomi global selama lebih dari sebulan akan segera berakhir.

Saat Trump secara terbuka mengancam akan melakukan penghancuran massal terhadap warga Iran, tanda-tanda momentum diplomatik sebenarnya muncul di balik layar.

 Pasukan AS di Timur Tengah dan para pejabat Pentagon menghabiskan jam-jam terakhir untuk bersiap melancarkan serangan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur Iran, sembari menunggu arah keputusan Trump.

Sekutu di kawasan itu pun bersiap menghadapi potensi pembalasan Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Versi Media Amerika

Sebelumnya pada Senin, saat Trump menyapa kerumunan dalam perayaan Paskah di Gedung Putih, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, yang disebut “sangat marah”, tengah sibuk melakukan panggilan telepon, menurut laporan Axios.

Usulan balasan 10 poin dari Iran yang baru diterima AS dinilai sebagai bencana, kata Witkoff kepada para mediator.

Hari itu pun diwarnai dengan perubahan yang kacau, menurut laporan tersebut.

Mediator dari Pakistan kemudian mengesahkan draf baru antara Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Sementara itu, menteri luar negeri Mesir dan Turki berupaya menjembatani perbedaan.

 Para mediator akhirnya memperoleh persetujuan AS atas proposal gencatan senjata dua minggu yang diperbarui pada Senin malam.

Keputusan akhir kemudian berada di tangan Khamenei, yang belum muncul di depan publik sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi.

Axios melaporkan bahwa Khamenei terlibat aktif dalam proses tersebut pada Senin dan Selasa.

Menghadapi ancaman pembunuhan dari Israel, Khamenei lebih banyak berkomunikasi melalui pihak ketiga yang menyampaikan pesan tertulis.

Persetujuannya kepada para negosiator untuk mencapai kesepakatan menjadi terobosan penting, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber anonim.

Araghchi juga memainkan peran kunci, baik dalam negosiasi maupun dalam meyakinkan para komandan Garda Revolusi untuk menerima kesepakatan.

China juga disebut menyarankan Iran untuk mencari jalan keluar.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Khamenei.

Semua keputusan besar selama dua hari negosiasi intensif tersebut melalui dirinya.

"Tanpa lampu hijau darinya, tidak akan ada kesepakatan," tulis Axios mengutip sumber regional.

Pada Selasa pagi, terlihat jelas bahwa kemajuan sedang dicapai.

Namun, hal itu tidak menghentikan Trump untuk mengeluarkan ancaman keras: "Seluruh peradaban akan mati malam ini."

Di tengah laporan yang saling bertentangan dari sejumlah media AS bahwa Iran menghentikan pembicaraan, sumber yang terlibat dalam negosiasi mengatakan kepada Axios bahwa hal itu tidak benar.

Wakil Presiden JD Vance berkomunikasi melalui telepon dari Hongaria, terutama dengan pihak Pakistan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus berkomunikasi sepanjang hari dengan Trump dan timnya, meskipun pihak Israel mulai khawatir kehilangan kendali atas proses tersebut.

Pada Selasa siang, muncul kebulatan suara bahwa kesepakatan akan segera tercapai.

Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mempublikasikan syarat-syarat kesepakatan gencatan senjata di X dan menyerukan kedua belah pihak untuk menerimanya.

Trump pun menyetujui tawaran tersebut.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," tulis Trump di media sosial.

Ia kemudian berbicara dengan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir untuk menyelesaikan kesepakatan.

Sharif juga mengundang delegasi Iran dan AS untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat.

Pasukan AS menerima perintah untuk menghentikan serangan 15 menit setelah unggahan Trump.

Araghchi kemudian menyatakan Iran akan mematuhi gencatan senjata tersebut.

Untuk sementara, situasi tampak kondusif.

"Gencatan Senjata Tidak Mencakup Hizbullah/Lebanon"

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung keputusan AS, tetapi menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata dua minggu tersebut, dilaporkan Al Jazeera.

Militer Israel menyatakan telah menghentikan serangan terhadap Iran sesuai arahan politik, setelah AS mengumumkan gencatan senjata.

Namun di Lebanon, militer Israel menyebut operasinya terhadap Hizbullah tetap berlanjut.

Menurut Samir Puri, dosen tamu studi perang di King's College London, posisi Israel tersebut kemungkinan telah dikoordinasikan dengan AS.

“Jika Israel mengatakan gencatan senjata tidak mencakup Lebanon, sementara Iran dalam negosiasi berikutnya menuntut sebaliknya, hal itu bisa menekan hubungan Iran dengan Hizbullah,” ujarnya.

Ia menilai Iran kemungkinan akan diminta menyetujui pengecualian Lebanon sebagai syarat berlakunya gencatan senjata.

“Terlepas dari hasilnya, Israel telah meningkatkan tekanan terhadap hubungan dukungan Iran kepada Hizbullah sejak kelompok itu berdiri pada awal 1980-an,” katanya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik gencatan senjata tersebut, namun memperingatkan bahwa situasi di Lebanon tetap kritis dan seharusnya turut dimasukkan dalam kesepakatan.

Sementara itu, Hizbullah dilaporkan menerima gencatan senjata dua minggu meskipun Israel masih menyerang Lebanon, menurut Reuters.

Kelompok tersebut menghentikan serangan ke Israel utara dan pasukan Israel di Lebanon pada dini hari Rabu.

Di sisi lain, Israel tetap melancarkan serangan di Lebanon selatan dan mengeluarkan perintah evakuasi baru, yang mengindikasikan potensi operasi lanjutan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/ posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.