Pesan Paskah Gugun Gumilar Staf Khusus Menteri Agama RI di Paskah Nasional, Sangat Menyejukkan
Alpen Martinus April 08, 2026 09:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Nama Gugun Gumilar belakangan ramai diperbincangkan.

Ia adalah Staf Khusus Menteri Agama RI yang ditugaskan untuk membuka segel rumah doa di Tangerang belum lama ini.

Kini ia ditugaskan untuk membawakan sambutan mewakili Menteri Agama di Paskah Nasional, Manado, Sulawesi Utara, Rabu 8 April 2026.

Baca juga: Gugun Gumilar, Stafsus Menag RI Viral, Nyanyi Lagu Gospel dalam Sambutan Paskah Nasional 2026 Manado

Puluhan ribu peserta Paskah Nasional seakan disiram air yang penuh kesejukan saat mendengar sambutan dari Gugun Gumilar. 

Ia berbicara tentang toleransi serta komitmen menghadirkan negara dalam bentuk pemenuhan hak beribadah untuk seluruh umat beragama di Indonesia. 

Sebelumnya Gugun viral berkat aksi cepatnya saat mengatasi penyegelan rumah doa di Tangerang. 

Banyak yang menjulukinya sebagai pahlawan toleransi. 

Dalam sambutannya Gugun menyebut saat studi di Amerika Serikat, ia mempelajari ajaran berbagai agama. 

"Saya juga kunjungi Gereja berbagai aliran serta Sinagoge," kata dia. 

Hal itu sangat berkesan baginya. 

Ia ingat sejumlah momen. 

Termasuk lagu We Shall Overcome. 

Ia menyanyikan lagu Gospel kristen awal abad ke 20 itu. 

Lagu tersebut sudah menjadi lagu protes hak sipil.

Namun nuansa Gospelnya masih terasa kuat. 

Suara bariton Gugun menggema kuat, mengajak siapapun untuk bernyanyi dengannya. 

Sayang lagu rohani itu ternyata kurang dikenal di Indonesia. 

Gugun menuturkan, ia memperjuangkan perizinan pembangunan rumah ibadah. 

Hasilnya segel pembangunan Gereja berhasil dibuka. 

"Saya sudah masuk 170 gereja di seluruh Indonesia, saya dampingi, urus izin dan berangkul dengan FKUB dan pemerintah daerah," katanya. 

Gugun juga bersikap objektif. 

Sebut dia, ada juga Mesjid yang tidak dapat izin pembangunan. 

"Saya juga menghubungi kepala daerahnya agar izin dikeluarkan," katanya. 

Ia menuturkan, izin pembangunan rumah ibadah adalah lewat Bupati dan Wali Kota. 

Namun hal ini tidak banyak diketahui masyarakat. 

"Itu bukan di Menteri Agama, tapi Menteri Agamanya yang dibully," kata dia. 

Ucapan Gugun bak air hujan yang jatuh di rumput hijau. 

Masyarakat Manado yang dikenal penuh dengan toleransi, memberi respek. 

Buktinya tepuk tangan serta aplaus rajin diberikan para peserta ibadah. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.