Tekno Plasting, Inovasi Universitas Teknokrat Indonesia untuk SDGs dan Lingkungan Berkelanjutan
Endra Zulkarnain April 08, 2026 07:38 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Di salah satu sudut kampus di bawah bangunan semi terbuka yang jadi bengkel praktek mahasiswa S1 Teknik Sipil,  Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, suasana Rabu (8/4/2026) sore terasa berbeda.

Tumpukan material yang biasanya identik dengan pasir dan semen kini berpadu dengan sesuatu yang tak biasa. Ada limbah plastik, kertas, dan sisa konstruksi.

Tiga mahasiswa angkatan 2022 bernama Selvia Catur Wahyuni, Danang Ardi Syahputra dan Erwin Hidayat dibawah tangan dingin Dr. Ir. Lilik Ariyanto, ST., MT., IPM ASEAN Eng, tengah mempraktekkan bagaimana limbah dan sisa konstruksi bangunan diolah dan dicetak menjadi paving blok berbentuk huruf T. Ya, identik dengan simbol Teknokrat, Kampus Sang Juara.

Dari tangan-tangan kreatif mahasiswa dan bimbingan Dr Lilik Ariyanto yang juga merupakan Kaprodi Teknik Sipil, bahan-bahan yang kerap dianggap tak bernilai itu justru disulap menjadi inovasi yang menjanjikan bernama Tekno Plasting.

Produk paving blok ramah lingkungan ini bukan sekadar hasil eksperimen laboratorium. Ia lahir dari keresahan akan persoalan sampah yang kian menggunung, sekaligus kebutuhan akan material konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Tekno Plasting menjadi bukti solusi lingkungan tidak selalu harus rumit. kadang ia berawal dari hal-hal yang selama ini kita buang begitu saja.

Selvia Catur Wahyuni, salah satu mahasiswa, dengan penuh semangat menjelaskan ide di balik inovasi itu. Baginya, perbedaan Tekno Plasting terletak pada keberanian untuk keluar dari pakem konvensional. 

TEKNO PLASTING 1
TEKNO PLASTING - Di tangan mahasiswa dan dosen Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, sampah atau limbah plastik, kertas hingga material konstruksi disulap jadi paving blok berdaya guna.

Jika paving blok umumnya hanya mengandalkan material standar, produk ini justru memadukan limbah sebagai bahan tambahan utama.

Hasilnya bukan hanya unik, tetapi juga membawa misi besar, mengurangi beban lingkungan.

“Melalui Tekno Plasting, kami ingin menunjukkan sampah masih memiliki nilai guna dan berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah,” ungkap mahasiswi berhijab itu.

Erwin Hidayat menaruh harapan jika tekno plasting ke depan bisa terus dikembangkan lebih baik lagi bahkan bisa memberikan kontribusi nyata di tengah persoalan sampah di masyarakat.

Di balik inovasi ini, terselip proses pembelajaran yang tak kalah penting dari model perkuliahan berbasis proyek yang diterapkan di kampus. 

Mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung menguji, mencoba, dan menyempurnakan ide mereka di lapangan.

Dari konsep hingga produk nyata, semuanya menjadi bagian dari perjalanan belajar yang utuh.

TEKNO PLASTING2
TEKNO PLASTING - Di tangan mahasiswa dan dosen Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, sampah atau limbah disulap jadi paving blok berdaya guna.

Peran dosen dan program studi pun menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas inovasi ini.

“Program Studi Teknik Sipil berperan dalam memberikan dasar keilmuan terkait material konstruksi, pengujian mutu, serta memastikan produk Teknop Plasting yang dihasilkan memenuhi standar teknis dan dapat diaplikasikan secara nyata di bidang konstruksi," papar Dr Lilik Ariyanto.

Dengan bimbingan akademik yang kuat, setiap tahap pengembangan mulai dari pemilihan material, pengolahan, hingga pengujian mutu di laboratorium untuk mengecek kekuatan paving blok menggunakan alat uji kuat tekan dilakukan secara sistematis. 

Hal ini memastikan Tekno Plasting tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga layak digunakan secara teknis di dunia konstruksi.

Lebih dari sekadar proyek mahasiswa, Tekno Plasting menyimpan harapan besar. Pihak fakultas melihat potensi inovasi ini untuk melangkah lebih jauh, tidak berhenti di ranah akademik, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap inovasi Tekno Plasting ini tidak hanya berhenti pada tahap akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan melalui center of excellence Universitas Teknokrat Indonesia, memiliki nilai ekonomi, berdampak pada pengelolaan lingkungan, serta mampu menjalin kolaborasi dengan industri dan pemerintah,” ujar Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP.

Bahkan dalam jangka panjang, pihaknya berencana mematenkan produk paving blok Tekno Plasting ini.

Kolaborasi dengan industri dan pemerintah pun terbuka lebar, membuka peluang bagi inovasi tersebut untuk hadir di tengah masyarakat secara nyata.

Dukungan datang dari jajaran pimpinan universitas. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M menyampaikan, inovasi mahasiswa seperti ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.

“Inovasi Tekno Plasting menjadi bukti mahasiswa mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mendorong riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh lagi, Tekno Plasting selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung SDGs khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan mahasiswa.

Sebagai kampus terbaik di Lampung dan PTS terbaik ASEAN, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa menjadi young entrepreneur yang inovatif, kreatif, dan adaptif di era digital.

Bagi lulusan sekolah menengah atas yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui https://spmb.teknokrat.ac.id. 

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Sulis Setia M)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.