Selidiki Kematian Wanita Muda dan Bayi di Batam, Polisi Periksa Pacar Korban dan Cek CCTv
Dewi Haryati April 08, 2026 07:40 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyebab kematian wanita muda JPB (21) di Batam dan bayi laki-laki di sebuah indekos di Perum Pendawa Asri, Buliang, Batu Aji, Selasa (7/4/2026) dini hari masih menjadi misteri.

Kuat dugaan, korban meninggal usai melahirkan bayi laki-laki secara mandiri tanpa bantuan medis lalu alami pendarahan hebat. 

Meski begitu, proses penyelidikan oleh polisi masih terus berlangsung untuk mengungkap pasti penyebab kematian keduanya, termasuk latar belakang kejadian. 

"Jajaran Polsek Batu Aji masih melakukan penyelidikan, supaya kasus ini benar-benar terang benderang terungkap. Apakah ada unsur tindak pidananya di sana," ujar Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic di Mapolda Kepri, Rabu (8/4/2026). 

Dalam penyelidikan itu, polisi juga menginterogasi seorang pria yang merupakan pacar korban. 

"Beberapa saksi diperiksa, termasuk pacar korban diinterogasi oleh penyidik. Kita juga memeriksa CCTV untuk melihat rekaman aktivitas sebelum kejadian," ungkapnya. 

Hasil pemeriksaan awal, korban masih berstatus lajang dan belum menikah. Korban merupakan seorang perantau yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Di Batam, korban memiliki kakak kandung namun tidak tinggal bersama. 

"Kita beri asistensi kasus ini. Saya sudah perintahkan jajaran untuk mengusutnya secara tuntas. Untuk lebih lanjut akan kami infokan," tutur Kombes Ronni. 

Dalam penjelasannya, kejadian berawal saat korban mengeluh sakit perut Senin (6/4/2026) sore. Lalu ia mengirim pesan WhatsApp kepada kawannya, meminta tolong dibelikan obat karena mengalami sakit perut.

Rekan korban sempat menanyakan lebih lanjut terkait kondisi tersebut, namun korban hanya mengeluhkan rasa sakit tanpa penjelasan rinci.

Kemudian malam harinya, korban sulit dihubungi. Sekitar pukul 22.30 WIB, rekan korban mencoba menghubungi korban melalui telepon. Namun, tidak ada respons.

Karena merasa khawatir, rekan korban memutuskan untuk mendatangi kamar kos korban.

Sekitar pukul 22.50 WIB, saksi tiba di lokasi dan mendapati pintu kamar nomor 204 yang ditempati korban dalam kondisi sedikit terbuka.

Saat diperiksa, korban tidak ditemukan di dalam kamar. Saksi kemudian mengecek area kamar mandi. Setelah tidak mendapat respons dari salah satu kamar mandi, saksi memanjat pembatas dan melihat ke dalam.

Korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai kamar mandi, hanya mengenakan atasan tanpa celana atau pakaian dalam.

Saksi kemudian memanggil penghuni kos lain dan petugas keamanan. Korban sempat diangkat ke atas kasur sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Graha Hermine.

Korban tiba sekitar pukul 23.40 WIB di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (7/4/2026), polisi menerima laporan dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Perkembangan mengejutkan terjadi pada Selasa (7/4/2026) sore. Berdasarkan pengembangan penyelidikan dan keterangan saksi, polisi kembali melakukan pengecekan di kamar kos korban.

Saat memeriksa lemari pakaian, petugas menemukan jasad bayi laki-laki yang terbungkus handuk berwarna biru tua di rak paling bawah lemari dalam kondisi tertutup.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Unit Inafis Polresta Barelang.

Sekitar pukul 18.00 WIB, jasad bayi dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari informasi sementara, korban diketahui sempat berkomunikasi dengan seorang pria yang diduga pacarnya terkait keluhan sakit perut sebelum kejadian.

Namun hingga kini, polisi masih mendalami apakah korban meninggal akibat komplikasi medis, proses persalinan, atau penyebab lainnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.