Pulau Kharg sendiri merupakan jantung industri minyak Iran, tempat penyimpanan dan pemuatan sebagian besar ekspor minyak mentahnya.
Tepat sehari sebelum gencatan senjata diumumkan, aset ekonomi paling strategis Iran itu diserang oleh AS.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menganggap bahwa dengan menargetkan Kharg, pihaknya bisa memaksa Iran melonggarkan cengkeramannya.
Sebab, serangan yang dilakukan AS terhadap Pulau Kharg sehari sebelum gencatan senjata membuat harga minyak melonjak tinggi.
Jika infrastruktur minyak Kharg rusak dalam serangan di masa mendatang, hal itu bisa membuat Iran mengurangi produksi minyaknya.
Dengan demikian, kondisi tersebut berpotensi mengurangi produksi minyak global hingga 1 juta barel per hari.
(*)