Kisah Anastasya IRT Inspiratif dari Manado Jalan 2 Km Menjajakan Gorengan Demi Keluarga Kecilnya
Ilham Mulyawan April 08, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MANADO - Ini kisah inspiratif dari Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Anastasya Sampaleng, tetap kuat berdiri di tengah situasi yang tidak mudah.

Saat suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan jatuh sakit, ia tidak memiliki banyak pilihan selain terus bergerak. 

Baca juga: Siapkan Tutor Kompeten UT Majene Pertajam Kualitas SDM Lewat Pembekalan Daring

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 66: Materi Teks Eksposisi Kurikulum 2013

Dengan berjalan kaki hingga sekitar dua kilometer setiap hari, Anastasya menjajakan masakan rumahan kepada masyarakat sekitar, menjaga agar dapur tetap menyala dan keluarganya tetap bertahan. 

Perjalanan tersebut tidak dimulai dari kondisi yang mudah. 

Sebelumnya, ia sempat merintis usaha warung sembako setelah bergabung dengan PNM Mekaar, membantu menambah penghasilan keluarga sedikit demi sedikit. 

Namun ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk, usaha tersebut tidak lagi dapat berjalan optimal. 

Ia kemudian beralih menjual gorengan, bahkan harus meninggalkan anaknya di rumah untuk sementara waktu agar tetap bisa berjualan. 

Dari situ, perlahan ia kembali menata langkah, hingga akhirnya berani meningkatkan plafon pembiayaan dan beralih ke usaha makanan yang kini menjadi penopang utama keluarganya. 

Bagi Anastasya, setiap langkah yang ditempuh bukan hanya tentang dirinya sendiri. 

“Saya tidak mau menyerah, karena yang saya perjuangkan bukan hanya untuk saya, tapi untuk keluarga dan anak saya. Capek pasti ada, tapi saya percaya kalau terus jalan, pasti ada jalan,” ungkapnya. 

Usaha yang dijalani dengan konsisten, ia mulai merasakan perubahan, rumah yang perlahan direnovasi, serta pendidikan anak yang tetap dapat dilanjutkan. 

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa keberanian untuk bertahan sering kali lahir dari tanggung jawab yang lebih besar daripada diri sendiri.

Semangat Pemberdayaan PNM 

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menilai kisah seperti ini menjadi cerminan nyata dari semangat pemberdayaan PNM di tingkat akar rumput. 

“Kisah Anastasya menunjukkan bahwa di balik setiap usaha kecil, ada ketangguhan luar biasa. Ketika perempuan diberi akses dan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menguatkan keluarga dan lingkungannya,” ujarnya.

Cerita dari Manado ini menjadi satu dari banyak potret bagaimana ketekunan, kesempatan, dan keberanian dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, dan PNM memastikan untuk terus hadir mendampingi setiap perjalanan itu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.