SDN Simbaringin Mojokerto Dibobol Maling: 8 Laptop Raib, 19 Siswa Terancam Tak Bisa Ujian
Cak Sur April 08, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Aksi kriminalitas menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Rabu (8/4/2026). Komplotan maling dilaporkan membobol Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simbaringin  di Kecamatan Kutorejo, dan menggasak 8 unit laptop milik sekolah.

Pencurian ini membawa dampak serius bagi operasional sekolah. Pasalnya, perangkat yang dicuri merupakan bantuan pemerintah yang berisi data-data vital, termasuk laporan keuangan dana BOS dan data administrasi guru.

Kepala SDN Simbaringin, Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa ini diketahui pertama kali pada Rabu pagi. Meski pihak sekolah merasa sudah melakukan pengamanan optimal, pelaku tetap berhasil masuk ke area perkantoran.

Daftar Laptop SDN Simbaringin yang Hilang Dicuri

Berdasarkan laporan pihak sekolah, berikut adalah rincian delapan unit perangkat yang raib digondol pencuri:

  • 4 unit laptop jenis Chromebook 4 bantuan pemerintah.
  • 1 unit laptop Merah Putih.
  • 1 unit laptop operasional Dana BOS.
  • 1 unit laptop milik guru.
  • 1 unit laptop inventaris kelas.

"Laptop berisi data penting sekolah yang disimpan di laptop BOS. Sangat terpengaruh, karena semua laporan keuangan dan lainnya ada di sana," ujar Dwi saat dikonfirmasi SURYA.co.id di lokasi kejadian.

Nasib 19 Siswa Jelang Tes Kemampuan Akademik

Selain kerugian materiel, pencurian ini mengancam kelancaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April mendatang. Sebanyak 19 siswa kini terancam tidak memiliki perangkat untuk ujian.

Dwi menambahkan, pihak sekolah tengah menyiapkan langkah darurat. Opsi pertama adalah mengalihkan pelaksanaan TKA ke SMP terdekat yang sudah menyelesaikan ujian pekan ini.

"Opsi kedua, kami akan meminjam alat dari pihak lain dengan jaminan keamanan penuh. Jika tidak memungkinkan, siswa yang akan kami geser ke lokasi lain," pungkasnya.

Temuan Pencurian di SDN Simbaringin: Pintu Kantor Rusak Dicongkel

Pencurian ini pertama kali disadari oleh Suparno, penjaga sekolah, saat hendak memulai aktivitas rutin di pagi hari. Ia terkejut melihat gembok pintu ruangan kepala sekolah dan guru sudah dalam kondisi rusak.

"Pagi mau menyapu, saya lihat pintu kantor sudah terbuka. Gemboknya rusak seperti bekas dicongkel paksa," ungkap Suparno.

Pelaku diduga masuk ke beberapa ruangan sekaligus. Selain kantor utama, pelaku juga merusak jendela di ruang kelas 4, 5, dan 6 untuk mencari barang berharga lainnya.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Kutorejo. Tim kepolisian dikabarkan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengidentifikasi pelaku melalui sidik jari dan bukti-bukti di lapangan.

Kerentanan Keamanan Sekolah di Mojokerto

Pencurian perangkat elektronik di sekolah dasar wilayah pinggiran Mojokerto kerap menjadi sasaran empuk, karena minimnya penjagaan di malam hari. Laptop jenis Chromebook bantuan Kemendikbudristek menjadi target utama, karena nilai jualnya yang stabil di pasar gelap.

Imbauan untuk Pihak Sekolah

Berkaca dari kejadian di SDN Simbaringin, pihak sekolah diimbau untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti pemasangan kamera CCTV yang terkoneksi ke ponsel dan melakukan backup data sekolah secara berkala di cloud storage agar data tetap aman meski perangkat fisik hilang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.