SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Aksi kriminalitas menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Rabu (8/4/2026). Komplotan maling dilaporkan membobol Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simbaringin di Kecamatan Kutorejo, dan menggasak 8 unit laptop milik sekolah.
Pencurian ini membawa dampak serius bagi operasional sekolah. Pasalnya, perangkat yang dicuri merupakan bantuan pemerintah yang berisi data-data vital, termasuk laporan keuangan dana BOS dan data administrasi guru.
Kepala SDN Simbaringin, Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa ini diketahui pertama kali pada Rabu pagi. Meski pihak sekolah merasa sudah melakukan pengamanan optimal, pelaku tetap berhasil masuk ke area perkantoran.
Berdasarkan laporan pihak sekolah, berikut adalah rincian delapan unit perangkat yang raib digondol pencuri:
"Laptop berisi data penting sekolah yang disimpan di laptop BOS. Sangat terpengaruh, karena semua laporan keuangan dan lainnya ada di sana," ujar Dwi saat dikonfirmasi SURYA.co.id di lokasi kejadian.
Selain kerugian materiel, pencurian ini mengancam kelancaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April mendatang. Sebanyak 19 siswa kini terancam tidak memiliki perangkat untuk ujian.
Dwi menambahkan, pihak sekolah tengah menyiapkan langkah darurat. Opsi pertama adalah mengalihkan pelaksanaan TKA ke SMP terdekat yang sudah menyelesaikan ujian pekan ini.
"Opsi kedua, kami akan meminjam alat dari pihak lain dengan jaminan keamanan penuh. Jika tidak memungkinkan, siswa yang akan kami geser ke lokasi lain," pungkasnya.
Pencurian ini pertama kali disadari oleh Suparno, penjaga sekolah, saat hendak memulai aktivitas rutin di pagi hari. Ia terkejut melihat gembok pintu ruangan kepala sekolah dan guru sudah dalam kondisi rusak.
"Pagi mau menyapu, saya lihat pintu kantor sudah terbuka. Gemboknya rusak seperti bekas dicongkel paksa," ungkap Suparno.
Pelaku diduga masuk ke beberapa ruangan sekaligus. Selain kantor utama, pelaku juga merusak jendela di ruang kelas 4, 5, dan 6 untuk mencari barang berharga lainnya.
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Kutorejo. Tim kepolisian dikabarkan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengidentifikasi pelaku melalui sidik jari dan bukti-bukti di lapangan.
Pencurian perangkat elektronik di sekolah dasar wilayah pinggiran Mojokerto kerap menjadi sasaran empuk, karena minimnya penjagaan di malam hari. Laptop jenis Chromebook bantuan Kemendikbudristek menjadi target utama, karena nilai jualnya yang stabil di pasar gelap.
Berkaca dari kejadian di SDN Simbaringin, pihak sekolah diimbau untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti pemasangan kamera CCTV yang terkoneksi ke ponsel dan melakukan backup data sekolah secara berkala di cloud storage agar data tetap aman meski perangkat fisik hilang.