Kabar Terbaru Aprilio Perkasa Manganang Mantan Atlet Voli Nasional, Kini Latih Anak Muda Sangihe
Alpen Martinus April 08, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE-  Sosok Aprilio Perkasa Manganang kini tak lagi hanya dikenal sebagai mantan pemain bola voli nasional Indonesia, tetapi juga sebagai pelatih yang aktif membina generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Lahir di Sangihe, 27 April 1992, pria yang akrab disapa Prilio Manganang ini telah mengukir berbagai prestasi membanggakan di dunia voli, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya, medali perak SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, serta medali perunggu pada SEA Games 2015 dan 2013.

Baca juga: Sosok Claudya, Wanita yang Dikabarkan akan Dinikahi Aprilio Perkasa Manganang, Ini Potretnya

Di kompetisi Proliga, ia juga sukses meraih sejumlah gelar juara, termasuk medali emas pada musim 2015, 2016, 2017, dan 2019.

Tak hanya itu, prestasi individu pun turut diraihnya, seperti gelar Most Valuable Player (MVP) Proliga pada 2016, 2017, dan 2019, serta MVP Thai-Denmark Super League 2019 di Thailand.

Kini, di usia 33 tahun, Aprilio memilih menyalurkan pengalamannya ke dunia kepelatihan.

Ia aktif melatih atlet muda melalui Akademi MPB yang saat ini telah memiliki lebih dari 130 atlet terdaftar.

“Tujuan saya adalah berbagi pengalaman kepada anak-anak muda, membentuk mental, disiplin, dan komitmen mereka agar bisa berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Namun, di balik dedikasinya, Aprilio mengakui ada tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan utama dan aktivitas melatih.

Ia menyebut kegiatan kepelatihan masih menjadi aktivitas sampingan yang harus disesuaikan dengan jadwal kerja.

“Kadang terbentur dengan kegiatan kerja, jadi tidak selalu bisa latihan atau melatih. Tapi kalau tidak ada kegiatan, pasti saya tetap melatih,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kendala tersebut bukan menjadi penghalang utama.

Menurutnya, yang terpenting adalah mampu mengatur waktu dengan baik.

Lebih jauh, Aprilio memiliki harapan besar terhadap perkembangan atlet voli di Sangihe.

Bersama rekannya Armansyah, ia ingin membuka jalan bagi anak-anak daerah agar bisa menembus klub-klub besar di luar daerah, bahkan hingga ke kompetisi profesional seperti Proliga.

“Harapan saya ada anak-anak dari Sangihe yang bisa seperti saya, bisa bergabung di klub besar di Jawa dan meraih mimpi mereka. Selama ini mereka terkendala akses, sehingga potensi itu sering terhenti,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran akademi yang dibinanya menjadi salah satu upaya membuka peluang bagi atlet muda untuk berkembang lebih jauh.

Menutup pernyataannya, Aprilio membagikan motivasi hidup yang selalu ia pegang.

“Jangan pernah menyerah, tetap berkarya. Karena hidup ini cuma sekali, jadi jalani saja,” pungkasnya. (EDU)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.