TRIBUN-MEDAN.com - Viral seorang ayah memilih merayakan daripada berduka ketika putrinya kembali ke rumah setelah perceraiannya.
Ia memastikan putrinya disambut pulang ke rumah dengan meriah.
Ia bahkan mengundang beberapa anggota keluarga agar turut ikut merayakan perceraian putrinya.
Dilansir dari India Today, Rabu (8/4/2026) kejadian ini diketahui terjadi di Meerut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan adegan musik, tarian dan anggota keluarga berkumpul dengan gendang dan karangan bunga untuk menyambut wanita tersebut.
Di tengah-tengah semua itu adalah ayahnya, seorang hakim yang sudah pensiun.
Sang ayah dengan sengaja memutuskan untuk menganggap perceraian putrinya bukan sebagai kemunduran, namun sebagai awal yang baru.
Wanita yang baru bercerai itu diidentifikasi sebagai Pratiksha, penduduk Shastri Nagar di Meerut.
Pratiksha diketahui menikah pada tahun 2018 dengan Mayor Gaurav Agnihotri, seorang penduduk Shahjahanpur.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putra.
Seiring berjalannya waktu, pernikahan mereka mengalami masalah.
Pratiksha melaporkan adanya pelecehan secara verbal di rumah tangganya dan perselisihan yang terus-menerus.
Hubungan keduanya tidak lagi harmonis dan di ambang kehancuran hingga akhirnya sepakat bercerai.
Setelah melalui perseteruan hukum yang berkepanjangan, pasangan tersebut secara resmi dikabulkan perceraiannya.
Saat Pratiksha tiba di rumah, ayahnya memastikan ia disambut dengan meriah.
Gendang dimainkan, anggota keluarga menari, dan bunga dihujani padanya.
Dalam sebuah tindakan yang menyentuh hati, ayahnya mengenakan kaus putih bergambar foto Pratiksha dan tulisan aku mencintai putriku.
Sang ayah secara terbuka mengungkapkan kebanggaan dan dukungannya terkait perceraian Pratiksha.
Tindakan ayah wanita tersebut menjadi sorotan, lantaran perceraian seorang wanita sering dianggap sebagai sumber rasa malu atau kesedihan.
Namun ayah Pratiksha tidak merasa malu dengan perceraian putrinya.
Ia mengatakan niatnya adalah untuk mengirimkan pesan yang jelas, bahwa anak perempuan setara dengan anak laki-laki dan berhak mendapatkan cinta, martabat, dan dukungan yang sama.
“Saya tidak bisa melihat putri saya tidak bahagia," katanya.
"Jika dia tidak bahagia dalam pernikahannya selama enam tahun dan pulang ke rumah dalam keadaan tertekan, saya tidak ingin dia merasakan lebih banyak penderitaan."
Video dan gambar tersebut kemudian menjadi viral, dengan banyak yang memuji pola pikir progresif sang ayah.
Beberapa netizen berkomentar bahwa dukungan dari keluarga seperti itu dapat sangat membantu dalam mematahkan norma-norma berbahaya seputar perceraian, mahar, dan kekerasan dalam rumah tangga, serta membantu perempuan membangun kembali kehidupan mereka dengan bermartabat.
(cr19/tribun-medan.com)