Krisis Air Bersih 3 Hari di Lebong, Kapolda Bengkulu Turunkan Mobil Penjernih Air
Rita Lismini April 08, 2026 08:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono mengerahkan mobil water treatment untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda warga Kabupaten Lebong pascabanjir bandang sejak 6 April 2026.

Memasuki hari ketiga, Rabu (8/4/2026), bantuan darurat tersebut mulai dirasakan masyarakat.

Warga Kesulitan Air Bersih

Pantauan di Desa Nangai Amen, Kecamatan Amen, suasana tampak ramai sejak siang hari. Warga berbondong-bondong mendatangi mobil water treatment yang terparkir di tengah permukiman.

Mereka membawa berbagai wadah seperti jeriken dan ember untuk mendapatkan air bersih, setelah tiga hari kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Krisis air bersih ini terjadi akibat rusaknya jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang selama ini menjadi sumber utama air warga.

Banjir bandang menyebabkan pipa-pipa rusak dan tertimbun lumpur.

Salah satu warga, Yuniarni, mengaku selama tiga hari terakhir dirinya bersama warga lain harus mencari air bersih hingga ke desa tetangga.

“Sudah tiga hari kami kesulitan air bersih, terutama untuk memasak. Terpaksa kami mengambil air dari desa lain yang jaraknya sekitar 10 kilometer,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi warga yang tidak memiliki kendaraan karena harus menempuh perjalanan jauh dan menguras tenaga.

Kapolda Kerahkan Water Treatment

Mengetahui kondisi tersebut, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan mobil water treatment milik Brimob Polda Bengkulu.

Alat ini merupakan sistem penjernih air bergerak yang mampu mengolah air mentah, seperti air sungai, air laut, maupun air payau, menjadi air bersih bahkan layak minum.

“Karena PDAM tertimbun lumpur dan ada pipa yang patah, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Makanya kami minta Brimob untuk mengirimkan water treatment,” jelas Mardiyono.

Kehadiran mobil water treatment tersebut langsung menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan air bersih.

Air yang dihasilkan kemudian dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Solusi Cepat di Tengah Bencana

Dalam kondisi darurat seperti banjir, keberadaan water treatment menjadi sangat vital.

Selain mampu menyediakan air bersih dengan cepat, alat ini juga dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Teknologi yang digunakan memungkinkan proses penjernihan air melalui filtrasi dan disinfeksi, bahkan mampu mengolah air laut melalui sistem desalinasi.

Dengan kemampuan tersebut, water treatment menjadi salah satu solusi utama dalam penanganan krisis air bersih di Lebong, terutama di daerah yang infrastruktur airnya rusak akibat bencana.

“Semoga ini bisa membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Mardiyono.

Bantuan Sembako dan Dukungan Anak-anak

Selain mengirimkan water treatment, Polda Bengkulu juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, dan telur untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Tak hanya itu, Kapolda Bengkulu juga memberikan perhatian kepada anak-anak korban banjir dengan membagikan mainan.

Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi trauma yang dialami anak-anak akibat bencana.

Di lokasi, terlihat anak-anak mulai tersenyum saat menerima mainan dari Kapolda, meski kondisi lingkungan sekitar masih dipenuhi sisa-sisa banjir.

Dampak Banjir Masih Terasa

Hingga saat ini, dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebong masih dirasakan masyarakat.

Selain krisis air bersih, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur mengalami kerusakan.

Krisis air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak, mengingat air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan perbaikan jaringan PDAM agar distribusi air bersih dapat kembali normal.

Sementara itu, warga berharap bantuan seperti water treatment dapat terus beroperasi hingga kondisi benar-benar pulih.

“Kami sangat terbantu dengan adanya air bersih ini. Semoga bisa terus ada sampai kondisi kembali normal,” kata Yuniarni.

Upaya Pemulihan Terus Dilakukan

Seiring berjalannya waktu, berbagai pihak terus berupaya melakukan pemulihan pascabencana.

Penanganan krisis air bersih menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kehadiran water treatment dari Polda Bengkulu menjadi bukti respons cepat dalam menghadapi kondisi darurat.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat juga menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana.

Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, diharapkan krisis air bersih di Lebong dapat segera teratasi dan warga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.