MOGI Amor Ing Acintya Kakek dan Cucunya, Hanyut di Tukad Aya Bontihing, Air Sungai Tiba-tiba Naik!
Anak Agung Seri Kusniarti April 08, 2026 10:37 PM

TRIBUN-BALI.COM - Seorang kakek bersama cucunya dilaporkan hanyut saat mandi di aliran Sungai (Tukad) Aya, Selasa (7/4). Keduanya berhasil ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia.

Identitas kakek dan cucu tersebut yakni I Ketut Budasa (61) dan Gede Vikram Kabinawa (6), yang merupakan warga Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Informasinya, kakek dan cucu itu hanyut akibat debit sungai yang tiba-tiba meningkat. 

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan dia, peristiwa bermula saat Budasa bersama cucunya mandi di aliran Tukad Aya pukul 16.00 Wita.

“Pada saat mandi, tiba-tiba aliran air sungai membesar. Cucunya lebih dahulu terseret arus, kemudian korban berusaha menolong, namun justru ikut terbawa arus,” ujarnya seizin Kapolres Buleleng, Rabu (8/4).

Baca juga: BAKAR Jadi Pilihan, Warga Denpasar Bingung Kelola Sampah, Pengusaha Terdampak Tutupnya TPA Suwung!

Baca juga: SELAIN Dampak Perang Timur Tengah, Sektor F&B Pariwisata Bali Juga Dipusingkan Masalah Sampah!

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian ini dari atas jembatan, segera berupaya memberi pertolongan. Namun upaya penyelamatan gagal akibat derasnya arus sungai.

Laporan warga hanyut segera ditindaklanjuti Polsek Kubutambahan. Kapolsek AKP Ketut Budayana bersama bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

“Sekitar pukul 17.50 Wita, korban I Ketut Budasa ditemukan tersangkut di bebatuan sungai dalam kondisi meninggal dunia, dengan luka pada bagian kepala. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Banjar Dinas Kajekangin, Desa Tamblang,” ucapnya. 

Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian, sebab Gede Vikram belum ditemukan. Operasi pencarian SAR dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (8/4). Pagi hari kemarin sebanyak delapan personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan upaya pencarian.

Tak berselang lama, jenazah korban ditemukan oleh masyarakat setempat dan keluarganya yang ikut dalam proses pencarian. 

“Pada pelaksanaan hari kedua, dapat informasi dari laporan pukul 07.00 WITA, korban terlihat dan dievakuasi oleh warga pada pukul 07.30 WITA,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan. 

Jenazah korban terlihat mengambang di sekitar pintu air Bendungan Tamblang, dengan jarak kurang lebih 2,16 kilometer ke arah barat laut dari lokasi awal korban terseret arus. Jenazah Vikram berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, selanjutnya dibawa menuju rumah duka menggunakan Rescue Car Basarnas. 

Selama pelaksanaan operasi SAR, upaya pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan elemen masyarakat, yaitu Rescuer Pos SAR Buleleng, Polairud Polres Buleleng, Polsek Kubutambahan, Pos TNI AL Sangsit, Koramil 1609/02 Kubutambahan, PMI Kabupaten Buleleng, BPBD Buleleng, Bhuana Bali Rescue, Balawista Buleleng, perangkat Desa Tamblang dan Linmas, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. 

Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa memastikan, jasad Gede Vikram ditemukan pada Rabu (8/4). “Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah duka di Banjar Dinas Kajekangin, Desa Tamblang,” ujarnya. (mer/zae)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.