Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang
raka f pujangga April 09, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Suasana mencekam menyelimuti Jalan Boom Lama, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (8/4/2026) sore. 

Puluhan remaja terlibat aksi tawuran di dekat permukiman warga, bahkan berlangsung di jalan raya yang masih ramai dilalui kendaraan.

Kelompok remaja tersebut terlihat saling serang dan kejar-kejaran. 

Baca juga: Tawuran Maut di Brebes Dipicu Perselisihan di Medsos, 10 Pelajar Ditangkap

Mereka menggunakan kayu panjang hingga ranting pohon sebagai senjata, bahkan ada yang membawa batu bata untuk dilemparkan ke arah lawan.

Aksi itu tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga pengendara yang melintas.

Sejumlah sepeda motor dan mobil terpaksa melambat, bahkan berhenti karena jalan dipenuhi remaja yang saling bentrok.

Awal Mula

Kericuhan bermula saat sekelompok remaja berkumpul di pinggir jalan menjelang sore.

Beberapa di antaranya sudah mempersiapkan “senjata” berupa sarung yang dililit hingga menyerupai cambuk.

Ketegangan meningkat saat mereka mulai saling mengejek dan berlari kecil di sepanjang jalan. 

Meski sempat diperingatkan warga dewasa agar membubarkan diri, para remaja tersebut justru mengabaikan dan tetap bertahan.

Tak lama kemudian, aksi saling serang pun pecah.

Tawuran berubah semakin brutal. 

Para remaja saling menyerang menggunakan sarung yang telah diikat dan kayu panjang.

Beberapa dari mereka bahkan melepas baju dan menutup wajah dengan kain untuk menghindari serangan. 

Kejar-kejaran terjadi di tengah jalan raya aktif, menciptakan suasana riuh dengan teriakan dan suara hantaman.

Dari kejauhan, terlihat kerumunan besar saling lempar dan menyerang dengan lebih agresif.

Sementara itu, warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, sebagian tampak khawatir, sebagian lainnya justru merekam kejadian tersebut.

Dipicu Rebutan Layangan Putus

Seorang warga setempat, Puji (35), yang juga penjual makanan di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa tawuran tersebut bukan hal baru.

“Ya biasa kalau musim layangan memang sukanya tawuran begitu. 

Kalau sore, masih anak-anak, bawa kayu panjang-panjang,” kata dia ketika ditemui Tribunjateng.com.

Dia menyebut jumlah pelaku lebih dari 20 orang, dengan rentang usia anak SD hingga SMP. 

Pemicu utamanya adalah rebutan layangan putus yang jatuh di suatu wilayah.

“Misal ada layangan putus, pada ngejar, terus rebutan. 

Kadang juga saling nantang,” tambah Puji.

Puji mengaku resah dengan kejadian tersebut, apalagi lokasi tawuran tepat di depan rumah dan lapaknya.

“Saya takut, anak saya masih kecil-kecil. Kayunya panjang banget, sampai diputar-putar,” ungkap dia.

Karena tak kunjung bubar hingga menjelang Magrib, Puji akhirnya nekat menyiram air ke arah para remaja agar mereka membubarkan diri.

“Tadi mulai sekitar jam 4, selesai itu azan Magrib. 

Tak siram pakai air baru pada kabur,” katanya.

Baca juga: Update Tawuran Berujung Maut di Brebes, 10 Pelajar Ditangkap Polisi

Polisi Turun Tangan

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga.

“Anggota sudah saya suruh lidik ke TKP,” tegas dia. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.