Gebrakan Kota Ukir: Pameran TATAH 2026 Siap Boyong Mahakarya Jepara ke Panggung Nasional
Rustam Aji April 09, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara bersiap menggebrak panggung budaya nasional melalui Pameran TATAH bertajuk "Suluk-Sulur-Jepara" yang akan digelar di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, mulai 20 April hingga 5 Juli 2026.

Pameran ini menjadi langkah strategis untuk mengubah persepsi publik yang selama ini hanya menganggap ukiran Jepara sebagai komoditas industri mebel, menjadi karya seni murni (art piece) bernilai tinggi.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar seremonial, melainkan misi penyelamatan identitas "Kota Ukir" di tengah krisis regenerasi perajin.

"Kami ingin ukiran Jepara naik kelas. Tidak lagi hanya dihargai dengan harga standar industri, tapi sebagai karya seni yang memiliki kedalaman filosofi. Ini adalah momentum untuk mendorong transformasi pengukir menjadi kreator seni," ujar Witiarso, Rabu (8/4/2026).

Pameran yang melibatkan kurator ternama seperti Dr. Suwarno Wisetrotomo ini, akan menampilkan produk-produk kurasi ketat yang melalui riset mendalam.

Baca juga: Lansia 90 Tahun yang Hilang 3 Hari Ditemukan Tak Bernyawa di Irigasi Losari Brebes

Direktur TATAH, Veronica Rompies, menjelaskan bahwa standar produk yang dipamerkan "tidak abal-abal" dan mengusung nilai tradisi yang kuat.

"Rangkaian kegiatan tidak hanya memamerkan fisik karya, tapi juga edukasi publik melalui pemutaran film Kartini, performing arts, serta bedah buku hasil riset tim Tatah 2026," terang Veronica.

Kolaborasi Lintas Sektor

Soft launching acara ini dijadwalkan pada 20 April 2026 dan rencananya akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Jepara, HIMKI Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Museum Nasional ini juga menargetkan kehadiran kolektor seni nasional hingga internasional.

Bagi Pemkab Jepara, tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya minat generasi muda untuk menekuni seni ukir murni.

Melalui pameran berstandar seni murni ini, diharapkan profesi pengukir kembali memiliki daya tarik dan branding yang kuat guna memastikan keberlanjutan tradisi luhur Nusantara tersebut. (Sam)

Baca juga: Peran Mojtaba Khamenei di Balik Detik-detik Menentukan Gencatan Senjata AS-Iran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.