Kairo (ANTARA) - Liga Arab menuntut Amerika Serikat memaksa Israel untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon.

Seruan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Rabu (8/4), setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan yang telah disepakati AS dan Iran.

Menurut Gheit, akan menjadi wajar dan logis jika perjanjian gencatan senjata tersebut juga mencakup penghentian serangan Israel ke Lebanon.

"Atas dasar ini, Liga Arab menyerukan kepada Amerika Serikat untuk memastikan bahwa hal ini diberlakukan pada pihak Israel, yang terus melanjutkan serangan agresifnya terhadap Lebanon tanpa memperhatikan perjanjian yang telah dicapai," kata Gheit.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan terbesar terhadap kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, sejak eskalasi baru-baru ini dimulai.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan pemerintahnya telah meningkatkan upaya diplomatik untuk gencatan senjata dengan Israel, menyusul pengumuman gencatan senjata sementara AS-Iran.

Pada Selasa malam (7/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.

Sehari setelah pengumuman itu, Rabu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis yang menangani sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti