"Kami bersama BPBD Aceh Tamiang memutuskan hanya membawa mesin damkar dan selang, mengingat tidak akses jalan ke titik api." DONI INDRAWAN, Plt Kabid Damkar DPKP Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kebakaran tumpukan kayu sisa banjir di Aceh Tamiang mulai berkurang setelah petugas berhasil menyeberangkan mesin pemadam ke titik api yang berada di seberang sungai, Rabu (8/4/2026).
Plt Kabid Damkar DPKP Aceh Tamiang, Doni Indrawan menjelaskan keputusan menyeberangkan mesin pemadam ini merupakan satu-satunya solusi untuk menjangkau titik api di Kampung Panteperlak, Kecamatan Sekerak.
"Kami bersama BPBD Aceh Tamiang memutuskan hanya membawa mesin damkar dan selang, mengingat tidak akses jalan ke titik api," kata Doni.
Keputusan ini membuahkan hasil setelah petugas secara maraton menyiram titik api sepanjang Rabu (8/4/2026).
Kebakaran ini sendiri sudah terjadi sejak Senin (6/4/2026) dan kobaran api terus membesar karena belum bisa ditangani. Sejak hari pertama itu,
Doni mengungkapkan petugasnya sampai saat ini terus bersiaga di Kampung Menanggini yang berada di sisi seberang sungai dari titik api. Keberadaan tim ini bukan sekadar melakukan pengawasan, tapi juga mencari siasat memadamkan api.
"Kalau jalan kaki sekitar tiga kilometer, tapi sulit juga kalau dipaksa," katanya.
Sejumlah warga mengatakan kebakaran ini sudah terjadi sejak Senin (6/4/2026) petang. Titik api berasal dari tumpukan kayu yang hanyut terseret banjir bandang pada 26 November 2026.
Tumpukan kayu ini diakui warga sangat banyak dan diperkirakan menumpuk setinggi tujuh kilometer. "Kalau kami taksir ada tujuh meter," kata Agus, warga di lokasi kejadian.
Amukan si jago merah ini menarik perhatian warga, terlebih pada malam hari karena menciptakan kolom api yang sangat tinggi. Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran ini, walau ada spekulasi akibat ulah jahil manusia.(mad)
Kebakaran Sisa Kayu Banjir