Prabowo Sebut RI Negara Aman Jika Perang Dunia Pecah, Siap Bentuk SPF di Bali untuk Tarik Investasi
Rita Noor Shobah April 09, 2026 12:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpotensi menjadi negara yang aman apabila Perang Dunia III terjadi.

Pernyataan itu disampaikan saat ia mengumumkan rencana pembentukan Special Finance Center (SPF), sebuah pusat keuangan khusus yang disarankan berlokasi di Bali.

SPF adalah konsep kawasan keuangan internasional yang menawarkan fasilitas dan regulasi khusus untuk menarik investasi global.

Baca juga: Jawab Isu Pemakzulan Dirinya, Prabowo: Ada Mekanisme yang Baik dan Damai

“Kalau terjadi Perang Dunia II, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas, loh,” ujar Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menyinggung banyaknya warga Rusia dan Ukraina yang kini menetap di Bali, di tengah perang yang masih berlangsung antara kedua negara sejak Februari 2022.

“Sekarang kau ke Bali, kau lihat berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ,” katanya.

Prabowo menambahkan, usulan agar SPF dibentuk di Bali berasal dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita mau bikin Special Finance Center. Kita lagi cari tempat. Kalau Pak Luhut, menyarankannya di Bali. Enggak tahu kenapa Pak Luhut senang banget Bali. Tapi kita semua senang Bali,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global, khususnya konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Prabowo Sebut BBM Subsidi Tetap Ada, Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Prahara Selat Hormuz

Ia menilai ketidakstabilan di berbagai kawasan membuat Indonesia semakin diminati sebagai lokasi investasi.

“Sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana, Saudara-Saudara? Negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu saya. Indonesia salah satu negara yang paling diminati. Intinya adalah kita sangat banyak potensi. Tapi ini yang saya katakan membuat kita sekarang harus lebih keras bekerja,” tegasnya.

Orang Rusia di Bali

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebutkan ada ratusan ribu orang Rusia yang datang langsung ke Bali pada tahun 2024.

Jumlah resminya adalah 162.097 orang.

Rusia menduduki peringkat ketiga dalam daftar warga negara di Eropa yang datang langsung ke Bali.

Di depan Rusia ada Inggris (295.326), Prancis (257.495), dan Jerman (204.640).

Baca juga: Penjelasan Istana soal Isu Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Merah Putih

Di Ubud, Bali, bahkan terdapat kawasan Parq Ubud yang banyak dihuni oleh orang Rusia.

Oleh karena itu, kawasan tersebut sering dijuluki sebagai “Kampung Rusia”.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Silmy Karim pada bulan Maret 2023 menyebut ada sebanyak 90.833 warga Rusia dan Ukraina di Bali.

Warga negara itu memilih tinggal di Bali karena perang di antara Rusia dan Ukraina belum mereda.

Negara yang Aman Jika Perang Dunia III Meletus

Ada beberapa negara yang netral sehingga menunjukkan kemungkinan untuk terhindar jika Perang Dunia III meletus. Negara-negara ini juga dicirikan oleh keterpencilan geografisnya, dan sumber daya yang melimpah.

Berikut 10 negara yang paling aman ditinggali jika Perang Dunia III terjadi sebagaimana dilansir laman timesofindia.indiatimes.com.

1. Antartika

Meskipun bukan sebuah negara, Antartika, benua paling selatan yang luas, mendapat tempat di daftar ini karena keterpencilannya yang ekstrem.

Terkenal karena pemandangannya yang menakjubkan dan medan esnya, benua ini kemungkinan besar tidak akan didatangi banyak orang, mengingat posisinya sebagai titik paling selatan di planet ini.

2. Fiji

Terletak di Samudra Pasifik yang luas, Fiji berdiri sebagai negara kepulauan yang terisolasi dengan jumlah penduduk yang sedikit dan komitmen terhadap kebijakan luar negeri yang tenang.

Hutannya yang hijau, sumber daya mineral yang melimpah, dan daerah penangkapan ikan yang melimpah menjadikan Fiji tempat perlindungan yang menarik di tengah ketidakpastian global, menyediakan tempat berlindung yang damai jauh dari potensi ancaman.

3. Islandia

Tempat ini secara konsisten menduduki puncak daftar Indeks Perdamaian Global, yang menjadikan Islandia sebagai surga terpencil.

Dengan cadangan air tawar yang melimpah, energi terbarukan, dan sumber daya laut, Islandia mencapai swasembada, mengurangi kekhawatiran tentang ketergantungan pada negara lain untuk sumber daya penting.

Baca juga: Penjelasan Istana soal Isu Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Merah Putih

4. Greenland

Sementara Denmark, bagian dari Uni Eropa dan NATO, mungkin menghadapi beban perang yang meletus di Eropa, Greenland, negara konstituen yang otonom, tetap jauh secara strategis dan tidak berpihak secara politik.

Daerah pegunungannya yang terpencil menjadikannya lokasi yang menguntungkan untuk bertahan hidup jika terjadi serangan.

5. Selandia Baru

Selandia Baru, dengan demokrasinya yang stabil dan sejarahnya yang bebas dari konflik perang, berdiri sebagai negara maju yang tersembunyi.

Dengan tanah yang subur, air bersih, dan kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri, daerah pegunungan Selandia Baru menawarkan tempat berlindung alami dalam menghadapi potensi invasi.

6. Bhutan

Dikelilingi oleh Pegunungan Himalaya, lokasi unik Bhutan menyediakan tempat berlindung yang sangat baik, tersembunyi dan terhindar dari potensi ancaman.

Dengan komitmen terhadap kemerdekaan asing dan menghindari keterlibatan diplomatik, Bhutan tetap menjadi target yang tidak masuk akal untuk invasi.

7. Irlandia

Meskipun dekat dengan potensi konflik di Inggris, Irlandia mempertahankan kebijakan luar negeri yang sepenuhnya independen dan tidak menjadi anggota NATO.

Kenetralan militernya dan persyaratan persetujuan pemerintah serta otorisasi PBB untuk konflik luar negeri menjadikan Irlandia sebagai entitas yang netral.

8. Swiss

Swiss, yang terkenal dengan kenetralan politiknya, memiliki daerah pegunungan, geografi yang terkurung daratan, dan banyak tempat perlindungan nuklir.

Bahkan jika senjata nuklir mendarat di sana, penduduk Swiss terlindungi dengan baik dengan bunker dan dikelilingi oleh pegunungan, sehingga menciptakan pertahanan yang tangguh terhadap negara-negara tetangga yang dilanda perang.

9. Indonesia

Dimasukkannya Indonesia dalam daftar ini bermula dari posisi netralnya dalam masalah politik global, yang diwujudkan oleh kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.

Indonesia berfokus pada tindakan independen dalam urusan internasional dan berkomitmen untuk membina perdamaian global.

10. Tuvalu

Terletak di hamparan luas Samudra Pasifik, Tuvalu adalah negara yang sangat terpencil dan tidak berpihak secara politik.

Populasinya yang kecil dan sumber daya yang tidak signifikan, tidak memberikan insentif bagi negara-negara besar yang terlibat dalam perang dunia untuk menyerangnya.

Dengan kemandiriannya yang unik, penduduk Tuvalu memproduksi makanan dan kebutuhan mereka sendiri, yang menjamin kemandirian dan kemungkinan isolasi mereka dalam skenario perang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.