TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Memasuki musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma atau PDAM Kota Denpasar mulai melakukan langkah antisipasi.
Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap terlayani air.
Apalagi dari prakiraan BMKG, musom kemarau telah dimulai bulan April 2026 ini.
Direktur Utama Perumda, I Putu Yasa mengungkapkan pihaknya akan mengoptimalkan instalasi yang dimilikinya, baik di IPA Waribang maupun yang ada di IPA Blusung.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Apresiasi APH Terhadap Penindakan Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
"Salah satunya di Waribang kami keruk long storage-nya. Juga minta bantuan ke BWS untuk pinjam alatnya, untuk pengerukannya. Nanti tenaganya dari kita," ungkapnya, Kamis, 9 Maret 2026.
Namun untuk di IPA Belusung, alat berat agak susah masuk ke badan sungai, sehingga pihaknya akan melakukan secara manual.
Baca juga: Siang Bolong, Polisi Gagalkan Transaksi Belasan Paket Sabu di Bali, DU Terancam 20 Tahun Bui
"Meski begitu, kami tetap mengoptimalkan saluran intake-nya dengan rutin melaksanakan pengurasan-pengurasan," imbuhnya.
Selain itu, untuk antisipasi musim kemarau, pihaknya juga bekerjasama dengan penjaga-penjaga bendung, mulai Bendungan Mambal, hingga Kedewatan.
Hal ini untuk memastikan pengaturan aliran air yang ke subak agar tak mengganggu petani dan juga tak mengganggu kebutuhan Perumda.
Terkait penyusutan air di puncak musim kemarau, jika dilihat dari siklus mulai tahun 2017 biasanya sampai 35 persen.
"Makanya kami lakukan koordinasi kepada semua pihak. Seandainya parah sekali ya kita akan melakukan pengaturan-pengaturan pengaliran. Sehingga nanti masyarakatnya tetap mendapatkan air walaupun dengan tekanan yang pasti berkurang karena produksi kita menurun. Tapi kami berharap tak sampai terjadi," jelasnya.
Untuk daerah rawan gangguan air terletak di kawasan yang lebih tinggi seperti Padangsambian Kaja yang paling utara, Denpasar Barat seperti Jalan Gunung Soputan dan sekitarnya.
Dengan jumlah pelanggan mencapai 95 ribu sambungan baik rumah tangga hingga usaha, pihaknya menyiapkan 5 mobil tangki untuk antisipasi gangguan pengaliran.
Masing-masing mobil tersebut memiliki kapasitas 5.000 liter.
Meski sudah mulai memasuki musim kemarau, Putu Yasa menyebut saat ini pengaliran air masih normal. (*)