Kadisbudpar Batam Ngaku Tidak Tahu Soal Welcome To Little India di Batam
Mairi Nandarson April 09, 2026 10:39 AM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengaku tidak tahu ada tempat nongkrong bertema India, Welcome to Little India di Batam.

Ardiwinata mengatakan dirinya baru tahu setelah dikonfirmasi pihak media mengenai keberadaan tempat nongkrong berkonsep ala India tersebut.

Ardiwinata mengatakan kota Batam sangat terbuka untuk semua suku, bangsa dan bahasa, hal itu dikarenakan Batam sebagai tempat wisata yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia.

"Kalau keberadaan Welcome to Little India, saya belum tahu. Tetapi kalau tempat itu menjadi tempat nongkrong dan bisa menjadi tempat wisata baru, tentu pemerintah sangat mendukung," kata Ardiwinata, Kamis (9/4/2026).

Ardiwinata mengatakn di Batam sendiri ada komunitas India, hanya saja jumlahnya tidak terlalu besar. 

Bahkan beberapa waktu lalu di Batam saat perayaan hari besar India sudah ada kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut.

"Pernah beberapa kalau dilakukan seperti perayaan Holi, yang dirayakan di Ocarina," kata Ardiwinata.

Baca juga: Welcome to Little India Batam Sempat Dibuka, Kini Kembali Tutup Tanpa Kepastian

Dia juga mengatakan keberadaan Welcome To Little India di Batam tersebut akan menambah spot wisata jika memang sudah dibuka.

Pantauan di lapangan, Rabu (8/4/2026) pintu masuk lokasi terlihat tertutup rapat menggunakan seng berwarna merah dan dalam kondisi tergembok.

Tulisan nama “Welcome to Little India” di bagian atas gapura juga masih tertutup kain warna-warni, membuat identitas tempat tersebut tidak terlihat jelas dari luar.

Warga sekitar menyebutkan, lokasi ini terakhir kali dibuka pada tahun 2024, namun hanya berlangsung dalam waktu singkat sebelum akhirnya kembali ditutup.

“Mungkin waktu itu baru uji coba sebelum grand opening, makanya nama di gapura masih ditutup,” ujar Rindo Situmeang, warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurut Rindo, saat sempat beroperasi, kawasan tersebut menghadirkan konsep unik dengan restoran khas India serta puluhan pendopo yang digunakan sebagai tempat bersantai pengunjung. 

Selain itu, daya tarik utama lokasi ini adalah pemandangan terbuka yang menghadap ke arah Bengkong hingga Batam Centre.

“Pengunjung bisa menikmati makanan khas India sambil lihat pemandangan dari atas. Sebenarnya tempatnya bagus sekali, tapi kami juga tidak tahu kenapa akhirnya ditutup lagi,” kata Rindo.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Syarif dimana saat pertama kali dibuka, lokasi tersebut belum banyak menarik perhatian karena posisinya yang kurang terlihat dari jalan utama.

“Dulu belum terlalu ramai, karena tidak kelihatan dari pinggir jalan sebelum jalan diperlebar,” kata Syarif.

Namun, setelah akses jalan diperluas, kawasan tersebut justru menjadi lebih terlihat jelas dari luar. Di dalamnya, terdapat sejumlah pendopo serta area restoran yang sempat beroperasi.

Syarif juga menyebutkan pemilik tempat tersebut bukan warga asli India, melainkan keturunan yang berdomisili di Jakarta. 

Syarif mengaku tidak mengetahui nasib para karyawan yang sebelumnya bekerja di lokasi tersebut.

“Dulu cukup banyak karyawannya. Tapi sekarang sudah lebih dari setahun tutup, tidak tahu mereka ke mana,” kata Syarif.(ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.