TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Warga Malaysia ikut menjadi donatur, dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat Suku Laut di Kabupaten Lingga melalui Program Layanan Terapung Keagamaan (Lantera), yang digagas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Penyaluran bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Surau Babul Ikhsan, Merawang, Kecamatan Lingga, pada Rabu (8/4/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Zamroni, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para donatur dari Malaysia yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Suku Laut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada saudara serumpun dari Malaysia atas bantuan yang diberikan. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya Suku Laut,” ujar Zamroni.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan melalui Program Lantera tahun 2026 yang dilaksanakan dalam waktu dekat.
Program ini menjadi salah satu inovasi layanan Kemenag Lingga dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Program Lanters sendiri merupakan layanan terapung keagamaan yang menghadirkan berbagai layanan langsung ke masyarakat, khususnya yang berada di pulau-pulau yang jauh dari akses kantor Kementerian Agama.
Baca juga: 12 KK Suku Laut Dapur Arang Lingga Terima Bantuan Sembako dan Mushaf dari Baznas
Di mana, sejumlah pegawai Kemenag Lingga berlayar menggunakan perahu motor menyisiri pulau-pulau kecil.
Di dalam perahu itu juga, warga dari pulau yang disinggahi akan menerima layanan mereka secara langsung.
Mulai dari layanan bimbingan keagamaan, administrasi keagamaan, akad nikah, hingga layanan sosial lainnya.
"Dengan adanya bantuan dari donatur Malaysia, diharapkan pelaksanaan Program Lantera tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Suku Laut di Kabupaten Lingga," kata Zamroni.
Ia menambahkan, Kemenag Lingga terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali mereka yang berada di wilayah terluar dan terpencil.
( tribunbatam.id/febriyuanda )