Liga Champions - Kalah Segalanya dari PSG, Liverpool seperti Tim Kasta Bawah
Zulfikar Pamungkas April 09, 2026 11:33 AM

ANNE-CHRISTINE POUJOULAT / AFP
Liverpool dianggap bermain seperti tim kasta bawah usai menelan kekalahan 0-2 dari PSG di leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4/2026) WIB.

BOLASPORT.COM - Liverpool dianggap bermain seperti tim kasta bawah seiring kekalahan dari PSG di leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026.

Hal tersebut diutarakan oleh legendanya yang kini menjadi pandit sepak bola Inggris, Jamie Carragher.

Carragher menilai Liverpool kalah segalanya saat dipermalukan PSG dengan skor 0-2 di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) WIB.

Pada pertandingan tersebut, statistik membuktikan The Reds tak bisa berkutik dengan hanya memiliki 26 persen penguasaan bola.

Perihal jumlah tembakan, The Anfield Gank hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa ada satu pun yang mengarah ke gawang.

Bahkan jumlah operan Virgil van Dijk dkk. hanya 255 kali, atau sepertiga dari catatan Les Parisiens, yakni 733.

Statistik ini membuat Carragher tak habis pikir dengan gaya bermain bekas klubnya yang disebutnya seperti tim kasta bawah.

"Rasanya (permainan Liverpool) seperti menonton tim dari divisi bawah," kata Carragher pascalaga, dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Perbedaan kelasnya sangat mengkhawatirkan. Dalam beberapa hal, ini hasil yang bagus karena seharusnya mereka kebobolan lima atau enam gol," lanjutnya.

Carragher kemudian mengkritisi taktik yang diterapkan pelatih Liverpool, Arne Slot, yang memainkan formasi lima bek.

Menurutnya keputusan berani itu merupakan kesalahan besar karena memainkan formasi lima bek membuat laga berjalan lebih terbuka.

Formasi ini membuat para bek melakukan man-to-man marking dan memaksa tiga bek tengah menjaga lebar lapangan.

Selain itu di mata Carragher, formasi lima bek tak sesuai dengan sistem yang diperagakan Liverpool selama ini.

"Manajer (Slot) telah mencoba sesuatu, tetapi dia melakukan kesalahan besar secara taktik," lanjut mantan bek tengah Liverpool itu.

"Sebenarnya mereka lebih terbuka dengan formasi lima bek daripada empat bek."

"Mereka menerapkan man-to-man di seluruh area lapangan dan tiga bek tengah harus menutupi lebar lapangan."  

"Yang juga harus saya katakan adalah, ini bukan hanya tentang sistem Liverpool dan kesalahan taktik mereka."

"PSG benar-benar luar biasa. Rasanya seperti menonton Barcelona asuhan Pep Guardiola," pungkasnya.

Dua gol kemenangan PSG masing-masing dicetak oleh Desire Doue (11’) dan Khvicha Kvaratskhelia (65’).

Hasil ini menjadi modal berharga bagi Les Parisiens saat melakoni leg kedua di Anfield Stadium, Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB.

Bagi Liverpool, hasil ini membuat mereka harus tampil all out saat melakoni leg kedua di markasnya sendiri.

The Reds bisa mengandalkan pengalamannya pada 2019 saat comeback di Anfield kala tertinggal 0-3 dari Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.