Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, memaparkan capaian sektor pendidikan dan kesehatan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (8/4/2026).
Dalam pemaparannya, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.
Ia menyebut, jumlah sekolah di Kabupaten SBT mencapai 392 unit, yang terdiri dari 181 taman kanak-kanak (TK), 155 sekolah dasar (SD), dan 56 sekolah menengah pertama (SMP).
Selain itu, jumlah siswa tercatat sebanyak 25.527 orang yang tersebar di seluruh jenjang pendidikan.
“Jumlah murid pada tahun 2025 sebanyak 25.527 siswa, terdiri dari 5.443 siswa TK, 14.489 siswa SD, dan 5.595 siswa SMP,” ungkapnya.
Untuk mendukung proses belajar mengajar, pemerintah daerah juga menyediakan 1.555 ruang kelas serta fasilitas penunjang lainnya seperti perpustakaan dan laboratorium.
Di sisi tenaga pendidik, jumlah guru di SBT mencapai 3.246 orang.
Baca juga: Kasus Bansos: Mantan Pj Bupati Mat Marasabessy Diperiksa Jaksa Selama Delapan Jam
Baca juga: Dugaan Korupsi KUR BRI Unit Batu Merah-Ambon Rp. 3,6 M, Pemeriksaan Saksi Masif Digelar
“Jumlah guru terdiri dari 540 guru TK, 1.849 guru SD, dan 883 guru SMP,” jelas Fachri.
Meski demikian, ia mengakui angka partisipasi sekolah masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Angka partisipasi sekolah usia 7 sampai 12 tahun sebesar 84,32 persen, sedangkan usia 13 sampai 15 tahun sebesar 71,47 persen,” katanya.
Sementara itu, dari sektor kesehatan, pemerintah daerah juga mencatat sejumlah capaian signifikan sepanjang tahun 2025.
Jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten SBT hingga akhir tahun mencapai 366 unit yang tersebar di berbagai wilayah.
Fasilitas tersebut meliputi 2 rumah sakit, 22 puskesmas, 71 puskesmas pembantu, 255 posyandu, 12 polindes, serta 4 klinik.
“Jumlah sarana kesehatan yang telah dibangun sebanyak 366 unit yang tersebar di Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati menyebut total tenaga kesehatan di SBT mencapai 2.078 orang dengan berbagai latar belakang profesi.
“Tenaga kesehatan terdiri dari 42 dokter umum, 10 dokter gigi, 13 dokter spesialis, 431 bidan, 804 perawat, serta tenaga kesehatan lainnya,” paparnya.
Fachri menegaskan, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah ke depan.
Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia,” tandasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pembangunan di sektor tersebut.
“Keberhasilan pembangunan didukung oleh unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat,” tutupnya.(*)