Prabowo Bungkam Tukang Kritik yang Nggak Mau Kerja, Sebut Kata Goblok
Agus Tri Harsanto April 09, 2026 12:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Presiden Prabowo Subianto membungkam pihak-pihak yang enggan bekerja namun rajin melontarkan kritik.

Ia mengatakan, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang harus disampaikan secara bertanggung jawab.

"Nanti kita terima koreksi-koreksi itu. Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada," ujar Prabowo dalam taklimatnya di hadapan anggota Kabinet Merah Putih, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).

Kendati demikian, ia mengaku heran ada kelompok-kelompok yang enggan ikut bekerja, tetapi hobi melayangkan kritik. Prabowo bilang, fenomena ini juga terjadi ketika ia memutuskan untuk membangun jembatan di desa-desa.

"Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan, ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa, boleh kritik, boleh," kata Prabowo.

"Hanya saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau membangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik. 'Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah'. Salah saja," sambungnya.

Kepala Negara mengatakan, jembatan-jembatan itu tidak dapat selesai dibangun jika dikritik sedikit demi sedikit.

Di sisi lain, ia menyatakan, membangun jembatan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan warga desa yang selama ini sulit menyebrangi sungai. 

"(Mereka bilang) 'Goblok kamu. Kamu mau bikin jembatan, goblok.' Iya, saya goblok, tapi rakyat ini desa minta jembatan, saya bangun jembatan, untuk rakyat kita," tegas Prabowo.

Kendati demikian, ia sekali lagi menyampaikan bahwa kritikan tersebut sebagai bentuk peringatan dari pihak lain terhadap kinerja pemerintahannya.

 "Ini masalah bagi kita ya, kita waspada, nanti kita terima koreksi-koreksi itu," ujar Prabowo.

Bukan pekerjaan mudah

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa menjadi presiden bukanlah pekerjaan yang mudah. Prabowo pun mengucapkan selamat kepada siapapun yang ingin menjadi presiden.

 Hal tersebut Prabowo sampaikan di hadapan Wapres Gibran, para menteri, wamen, kepala badan, dan pejabat eselon I dalam acara taklimat di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

"Jadi, berdiri di sini, saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak. Yang mau jadi presiden, selamat," ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan, ia sudah telanjur menjadi presiden. 

Sebab, dirinya harus bekerja keras dan tidak punya libur. Prabowo mengatakan, ketika pergi ke luar negeri pun, dirinya bukan jalan-jalan.

"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya. Kita dapat...Nih saya berangkat lagi aku mau berangkat lagi ke sebuah negara," ujar dia. Kemudian, Prabowo mempersilakan publik mencatat berbagai omongannya.

Dia membantah jika dirinya selama ini omdo atau omong doang. "Saudara-saudara, jadi 2 tahun lagi, 3 tahun lagi, you catat ya, ini kan ada rekaman.  Apa Prabowo Subianto omdo? Ada rekaman. Semua yang saya sampaikan ada tolak ukur, matematik, saya katakan bahwa saya merencanakan akan membangun 1.000 desa nelayan, tahun 2026 ini Desember 2026 kita akan cek, saudara nanti bisa tagih ke Prabowo, berapa desa nelayan yang sudah selesai," imbuh dia. (kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.