- Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merilis peta yang menunjukkan rute pelayaran alternatif di Selat Hormuz.
Peta tersebut akan membantu kapal-kapal tanker yang sedang melintas terhindar dari ranjau laut.
Dijelaskan bahwa jalur masuk yang aman adalah dari Laut Oman menuju utara Pulau Larak.
Sementara jalur keluar yang aman dari Teluk melewati selatan Pulau Larak dan menuju Laut Oman.
Meski telah disediakan peta, status Selat Hormuz hingga sekarang masih belum jelas.
Beberapa laporan menyebutkan, kapal-kapal tanker diizinkan melintas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata.
Bedasarkan data dari Marine Traffic, kapal milik Yunani, NJ Earth serta kapal berbendera Liberia, Daytona Beach berhasil keluar.
Namun, pada hari yang sama, media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz ditutup kembali.
Seluruh kapal tanker yang mencoba melintasi perairan tersebut diputar balik ke Teluk Persia.
Penutupan ini diduga merupakan respons atas serangan Israel terhadap Lebanon.
Iran menegaskan bahwa 10 poin yang disetujui Trump adalah termasuk penghentian perang di Lebanon.
Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt telah mendesak Iran untuk membuka kembali perairan tersebut.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman