Jakarta (ANTARA) - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menyatakan keberhasilan Polri dalam mengelola arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan komitmen Korps Bhayangkara dalam pelayanan publik.
"Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan," kata Direktur Lemkapi Edi Hasibuan di Jakarta, Kamis.
Ia juga mengatakan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik.
"Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat.
Hal ini tercermin dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
"Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan," ucapnya.
Dengan capaian tersebut, ujar Edi, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif, seperti arus mudik dan balik Lebaran.
Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat posko Polri memperoleh tingkat kepuasan sebesar 84 persen, mencakup fungsi pengamanan, pusat informasi, hingga tempat istirahat bagi pemudik.
"Pemudik mayoritas merasa puas dengan fasilitas dan layanan selama arus mudik/balik Lebaran tahun ini, pemudik paling puas dengan penyediaan posko dari Polri untuk pengamanan, pusat informasi, sekaligus memberikan layanan tempat istirahat bagi masyarakat selama arus mudik/balik," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Rizka Halida.
Selain posko Polri, ketersediaan bahan bakar juga mendapat penilaian positif dengan tingkat kepuasan 81,7 persen, diikuti layanan angkutan umum sebesar 79,7 persen.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas di jalan tol seperti sistem one way dan contraflow dinilai memuaskan oleh 77,6 persen responden, serta pengaturan lalu lintas di jalan non-tol sebesar 76,1 persen.
Temuan ini sejalan dengan tingkat kepuasan publik secara umum terhadap penyelenggaraan mudik yang mencapai 80,8 persen, serta penilaian sekitar 81 persen responden yang menyebut pengaturan arus mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.





