Kronologi Ayah di Tapalang Mamuju Tega Setubuhi Anak, Terbongkar Usai Nenek Curiga Korban Murung
Abd Rahman April 09, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Satuan Reserse Kriminal Polresta Mamuju berhasil mengungkap kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan ayah kandungnya sendiri berinisial RD (42).

Kasus memilukan ini terbongkar setelah keluarga menaruh curiga pada perubahan perilaku korban yang berusia 13 tahun.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan pelaku yang merupakan warga Kecamatan Tapalang tersebut kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Iptu Herman Basir menjelaskan terungkapnya peristiwa ini bermula pada Rabu, 8 April 2026 malam.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 237 Kurikulum Merdeka: Apa Saja Manfaat dan Dampak Medsos?

Baca juga: Modus Ajak ke Kebun, Ayah Bejat di Mamuju Tega Setubuhi Anak Kandungnya

Nenek dan tante korban menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi psikologis sang cucu dalam beberapa minggu terakhir.

"Keluarga memperhatikan korban mengalami perubahan sikap yang drastis. Yang tadinya ceria dan ramah, menjadi pendiam dan sering murung," ujar Herman saat ditemui di Mapolresta Mamuju, Kamis (9/4/2026).

Merasa ada yang disembunyikan, sang nenek kemudian mendekati korban dan bertanya secara perlahan.

Di situlah korban akhirnya berani bercerita meski sebelumnya sempat diancam oleh pelaku untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarganya, ia telah disetubuhi oleh ayah kandungnya sebanyak enam kali.

Perbuatan bejat itu pertama kali terjadi pada awal Januari 2026.

"Korban mengaku telah diperkosa sebanyak enam kali. Empat kali dilakukan di sebuah rumah kebun di daerah pegunungan, dan dua kali dilakukan di rumah neneknya saat keadaan kosong," ungkap Herman.

Seluruh aksi tersebut dilakukan pelaku sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Namun, karena adanya tekanan dan ancaman dari sang ayah, korban baru berani bersuara setelah keluarga menyadari perubahan sikapnya yang tidak biasa.

Herman menambahkan, pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengajak korban ke kebun untuk membantu pekerjaan tani.

Di lokasi yang jauh dari pemukiman itulah pelaku melampiaskan nafsu bejatnya.

"Modusnya pelaku mengajak korban ke kebun berdua, lalu saat beristirahat di rumah kebun pada tengah malam, pelaku melancarkan aksinya. Korban sempat mencoba mengingatkan ayahnya, namun pelaku tidak bisa mengendalikan nafsunya," jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.