TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Di tengah kesibukannya sebagai pelajar SMA di Singapura, Jesselyn Michelle Setiobudi, remaja asal Kota Kediri Jawa Timur justru memilih mengambil peran lebih besar dengan mendirikan lembaga pendidikan non-profit bernama Future Minds IDN.
Lembaga tersebut memberikan pelatihan gratis Olimpiade Matematika bagi anak-anak tingkat TK hingga SD, khususnya di wilayah Kediri, dengan tujuan membuka akses lebih luas terhadap kompetisi internasional.
Di usianya yang baru 15 tahun, Jesselyn telah membuktikan diri sebagai salah satu pelajar berprestasi di bidang matematika dengan torehan lebih dari 50 medali dari berbagai ajang nasional dan internasional.
Salah satu capaian tertingginya adalah meraih medali emas dan peringkat pertama dunia dalam ajang International Junior Mathematics Olympiad 2025 di Shenzhen, China.
Ia juga sebelumnya meraih medali emas dalam ajang yang sama pada tahun 2024 di Turki, serta sejumlah kompetisi internasional lain di Asia dan Amerika.
"Suka matematika sejak kecil. Olimpiade bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita belajar berpikir lebih kritis dan membuka peluang masa depan," kata Jesselyn saat ditemui di salah satu cafe di Kediri, Kamis (9/4/2026).
Prestasi lainnya termasuk penghargaan Outstanding Cambridge Learners Award sebagai Top in the World untuk Mathematics IGCSE, yang semakin mengukuhkan kapasitas akademiknya di tingkat global.
Keberhasilannya di berbagai kompetisi tersebut juga membawanya meraih beasiswa berbasis prestasi untuk melanjutkan pendidikan di Singapura.
Perjalanan Jesselyn mengenal Olimpiade Matematika tidak dimulai sejak dini. Ia mengaku baru memahami potensi kompetisi tersebut saat berpindah sekolah ke Malang.
Dari pengalaman itu, ia menyadari bahwa banyak siswa di daerah, termasuk Kediri, belum memiliki akses yang sama terhadap informasi dan pelatihan Olimpiade.
"Dulu saya juga tidak tahu tentang Olimpiade, jadi saya ingin anak-anak sekarang tidak mengalami hal yang sama seperti saya," ucapnya.
Baca juga: Bupati Kediri Tinjau Museum Sri Aji Joyoboyo, Beri Catatan Layanan Edukasi Hingga Penataan Artefak
Berangkat dari latar belakang tersebut, Jesselyn kemudian mendirikan Future Minds IDN sekitar satu tahun lalu sebagai bentuk kontribusinya kepada daerah asal. Lembaga ini dirancang sebagai wadah pembinaan matematika berbasis Olimpiade yang bisa diakses secara gratis oleh siswa.
Dalam kurun waktu tersebut, lembaga ini berkembang pesat dengan menjangkau sekitar 200 siswa dari 20 sekolah melalui program pelatihan intensif mingguan.
Selain itu, Future Minds IDN juga telah menggelar sedikitnya 8 workshop offline di berbagai sekolah di Kediri yang diikuti lebih dari 1000 siswa.
Materi yang diajarkan dalam program ini tidak terbatas pada kurikulum sekolah, melainkan fokus pada soal-soal Olimpiade yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan logika tingkat tinggi.
Jesselyn juga menyusun sendiri kurikulum pembelajaran yang mencakup berbagai bidang seperti aritmetika, geometri, hingga kombinatorika sesuai dengan level siswa.
"Matematika itu sebenarnya seru, apalagi kalau kita melihatnya dari sudut pandang Olimpiade yang penuh tantangan dan kreativitas," jelasnya.
Siswa yang dinilai memiliki kemampuan baik bahkan diberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional secara gratis melalui lembaga tersebut.
Hal ini menjadi salah satu keunggulan dari Future Minds IDN yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses langsung ke ajang kompetisi.
Hasil pembinaan mulai terlihat dari capaian para siswa. Sejumlah peserta didik berhasil meraih medali emas, perak, hingga perunggu di berbagai ajang seperti IKMC, SMC, HKIMO, hingga TIMO.
Bahkan, beberapa di antaranya berhasil meraih juara dalam kompetisi internasional dan festival akademik.
Beberapa murid yang pernah diampu oleh Jesslyn seperti Keanu Askhiya Akbar Kurniawan tercatat meraih medali emas dalam ajang SMC 2025 serta medali emas dalam IKMC 2025.
Sementara Aleya Aisyah Humaira Azzahra berhasil meraih medali perak dalam IKMC 2025.
Baca juga: Viral di Gresik Modus Penipuan SK ASN Terbongkar, Korban Datangi Pemkab dengan Berkas Palsu
Prestasi juga diraih Gibran Abidzar Al Ghazali yang membawa pulang medali perak dalam IKMC 2025 serta meraih juara 1 dalam ajang Festival FKIP UNISKA. Sementara Hana Ariana Nafiah konsisten meraih medali perak di IKMC 2025 dan sejumlah ajang lainnya.
Tak hanya itu, Rafardhan Daneesh Maheswara berhasil meraih juara 2 dalam ajang ICASEMO 2025 serta medali emas dalam kompetisi TOPAZ, menambah daftar panjang capaian siswa binaan Future Minds IDN.
Beberapa siswa lain seperti Ibra Andika Brilianarta juga berhasil meraih medali perak dalam ajang IYSLO, sementara Kenzo Candrawijaya dan Shequeena Prima turut menyumbang medali dalam ajang SMC 2025.
"Melihat anak-anak didik kami berhasil meraih medali adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya," bebernya.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai membuahkan hasil nyata.
Menurut Jesselyn, Future Minds IDN tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi siswa untuk berkembang dan berprestasi di tingkat internasional.
Meski demikian, perjalanan membangun lembaga ini tidak selalu berjalan mulus. Jesselyn mengungkapkan bahwa di awal berdiri, tantangan terbesar adalah menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah.
Namun seiring berjalannya waktu, kepercayaan mulai tumbuh. Semakin banyak sekolah yang membuka pintu kolaborasi setelah melihat dampak positif yang dihasilkan oleh program ini.
"Awalnya membangun relasi di sekolah, seiring berjalannya waktu bisa tercapai," ungkapnya.
Tantangan lain datang dari manajemen waktu. Sebagai pelajar SMA dengan kurikulum internasional yang padat, Jesselyn harus membagi waktu antara belajar dan mengelola lembaga yang terus berkembang.
Jesselyn mengatasi hal tersebut dengan disiplin membuat jadwal harian yang terstruktur agar semua tanggung jawab dapat berjalan seimbang. Baginya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan keduanya.
"Kunci dari semuanya adalah disiplin dan konsisten menjalani proses," tuturnya.
Di balik kesibukannya, Jesselyn tetap menjalani kehidupan sebagai remaja pada umumnya. Ia memiliki minat pada seni, khususnya menyanyi, selain kecintaannya pada matematika.
Melalui Future Minds IDN, ia berharap semakin banyak anak-anak di Kediri yang berani mencoba dan mengenal Olimpiade Matematika sebagai peluang masa depan.
Menurutnya, Olimpiade tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membuka akses terhadap beasiswa dan pendidikan di sekolah unggulan, bahkan hingga ke luar negeri.
Jesselyn juga ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap matematika yang kerap dianggap sulit menjadi sesuatu yang menantang dan menyenangkan.
Ke depan, Jesselyn berkomitmen untuk terus mengembangkan Future Minds IDN agar dapat menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai daerah.
Ia berharap semakin banyak generasi muda dari kota kecil yang mampu bersaing di tingkat dunia dan meraih masa depan yang lebih luas melalui pendidikan.
"Dari kota kecil seperti Kediri, kita juga bisa melangkah ke panggung dunia," tandasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik