Rekomendasi Camilan Khas Klaten, Ada Keripik Paru Mbah Mangun yang Legendaris, Ada Sejak 1965
Listusista Anggeng Rasmi April 09, 2026 02:04 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Klaten tidak hanya dikenal karena wisata umbul dan deretan candi bersejarahnya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menggugah selera.

Di daerah ini, wisatawan dapat menemukan beragam makanan legendaris, mulai dari hidangan berat hingga camilan khas yang cocok dijadikan oleh-oleh.

Salah satu yang paling terkenal adalah Keripik Paru Mbah Mangun yang telah menjadi primadona bagi para pengunjung.

Cita rasa gurih dan tekstur renyah dari keripik paru ini membuatnya digemari banyak orang, bahkan hingga luar daerah Klaten.

Popularitasnya tidak lepas dari konsistensi rasa dan kualitas yang terus dijaga dari waktu ke waktu.

Tak hanya keripik paru, tempat ini juga menawarkan berbagai pilihan camilan lain yang tak kalah menarik.

Mulai dari keripik pare yang unik, serundeng yang gurih, hingga abon sapi yang kaya rasa tersedia dalam satu lokasi.

Selain itu, ada pula keripik tempe dan keripik pisang yang menjadi favorit bagi pecinta camilan tradisional.

Baca juga: 6 Toko Furniture di Solo Jawa Tengah, Lengkap dan Modern, Termasuk Informa & Margo Mebel Baru

KERIPIK PARU KLATEN: Keripik Paru Bu Mangun
KERIPIK PARU KLATEN: Keripik Paru Bu Mangun (Keripik Paru Bu Mangun)

Keberagaman produk tersebut menjadikan tempat ini sebagai destinasi belanja oleh-oleh yang lengkap.

Berlokasi di Jalan Rajawali Gg. Latar Putih 13, tempat ini cukup mudah dijangkau dari pusat kota.

Dari Alun-Alun Klaten, jaraknya hanya sekitar 1 kilometer atau sekitar 3 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, sehingga sangat praktis untuk dikunjungi wisatawan.

Sejarah Keripik Paru Mbah Mangun

Jejak kuliner ini bermula dari tangan dingin seorang tokoh lokal legendaris, Mbah Mangun, yang memulai usahanya sejak tahun 1960.

Mbah Mangun, seorang pensiunan polisi, awalnya berjualan paru bacem dengan berkeliling Kota Klaten.

Namun pada tahun 1965, ia mencoba berinovasi membuat keripik paru, sebuah ide yang kala itu masih sangat langka.

Kini usahanya tersebut diteruskan oleh Hendro Dwi Kurniawan, cucu Mbah Mangun.

Kini, Hendro memproduksi keripik paru setiap hari

Inovasi pun terus dilakukan, selain keripik paru, mereka juga memproduksi keripik belut, keripik cakar, keripik bayam, hingga keripik tempe.

Kisah sukses Mbah Mangun turut menginspirasi warga sekitar.

Beberapa tetangga dan mantan karyawan rumah produksinya kini membuka usaha keripik paru mandiri, menjadikan Gang Latar Putih sebagai sentra industri keripik paru di Klaten.

Setidaknya ada enam pelaku usaha yang kini eksis di gang tersebut, menjadikan tempat ini salah satu destinasi belanja oleh-oleh yang wajib dikunjungi.

MAKANAN KHAS KLATEN : Ilustrasi Keripik Paru Klaten untuk oleh-oleh wisatawan. (resepkurenyah)

Baca juga: 9 Kuliner Berbahan Dasar Tempe, Bisa Dijadikan Ide Bisnis Kuliner di Solo Raya, Ada Keripik

Bahan Paru Lokal hingga Impor, Gurihnya Terjaga

Dalam sehari-hari, Hendro memproduksi sekitar 100 kilogram keripik paru.

Namun saat musim Lebaran, angka tersebut bisa meningkat hingga tujuh kali lipat.

Bahan utama yang digunakan adalah paru sapi, yang diperoleh dari penjagal lokal maupun impor dari Australia.

Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan seperti bawang, santan, telur, dan penyedap rasa.

Harga per kilogramnya dibanderol Rp190 ribu, dan bisa dibeli langsung di lokasi atau melalui platform e-commerce.

Pelanggan Hendro berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, dan sekitarnya.

Meski demikian, Hendro tetap menjaga prinsip utama dalam usaha ini: melestarikan cita rasa dan warisan kuliner keluarga.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.