Warga Sempat Mengira Hanya Bakar Ikan, Kebakaran di Kuin Cerucuk Banjarmasin Bermula dari Rumah Ini
Irfani Rahman April 09, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Marlen Yohana, salah satu warga terdampak kebakaran di Gang Tepian Kali Barito, Kuin Cerucuk Banjarmasin  tampak sibuk mengais puing-puing bangunan bedakan yang sudah rata dengan tanah. Kamis pagi (9/4/2026)

Dibantu pertugas, matanya terus menyisiri sisa harta benda yang mungkin masih bisa diselamatkan. Beberapa perhiasan tertutup hitam arang, uang tunai hangus terbakar, sementara pakaian dan perkakas rumah tangga lenyap dilalap api. 

“Tidak bisa menyelamatkan apa-apa karena apinya langsung merembet,” ucapnya lirih, menggambarkan kepasrahan atas musibah yang menimpa.  

Kebakaran dikatakan bermula dari sebuah rumah di sebelah kiri bedakan tempat Marlen tinggal. Warga sekitar awalnya mengira kepulan asap hanyalah aktivitas memanggang ikan. 

“Sebelum saya keluar memang sudah jabul bekukus, tapi kami kira mungkin sedang memanggang ikan, karena memang biasa kan inya bakar manggang ikan, ternyata semakin besar dan bertambah besar apinya,” terang Marlen. 

Baca juga: Update Kebakaran di Kuin Cerucuk Banjarmasin, Enam Rumah Warga Tinggal Puing

Baca juga: Sosok Mahasiswi UIN Antasari Korban Kecelakaan Banjarbaru, Dinilai Asik Saat Diskusi dan Pandai

Dugaan sekilas itu berubah menjadi kepanikan ketika api benar-benar keluar dari jendela dan membesar dalam hitungan menit.  

Sebelum kejadian, Marlen sebenarnya hendak berolahraga pagi. Namun niatnya terhenti ketika melihat asap hitam tinggi membubung dari depan pemukiman.

“Kebetulan mau jalan olahraga tadi, baru mau masuk mobil sudah besar dah apinya, lari saya dari depan langsung ke ke sini lagi,” ujar Marlen.

Api yang cepat membesar diperparah oleh material bangunan yang dominan terbuat dari kayu. Dalam hitungan menit, kobaran api merembet ke bangunan lain, menciptakan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi yang terlihat dari kejauhan. 

Warga sekitar pun panik, sebagian berusaha menyelamatkan barang-barang, sementara lainnya berusaha membantu petugas pemadam dan BPK di lokasi.

Baca juga: Tiket Tujuan Banjarmasin Sulit Didapat, Pihak Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru Buka Suara

Baca juga: Polisi Bongkar Penyelewengan Puluhan Karung Pupuk Bersubsidi di Beruntung Baru Banjar

Ledakan-ledakan sempat terdengar dari dalam kobaran api, diduga berasal dari tabung gas yang ikut terbakar ketika api merembet semakin luas. 

“Pas sudah merembet lalu ada ledakan-ledakan karena kami banyak menggunakan gas (gas elpiji maksudnya),” ungkap Marlen, mengingat momen menegangkan itu.  

Petugas pemadam bersama sejumlah unit BPK segera memenuhi lokasi, berusaha menaklukkan api yang tingginya sekitar dua meter. Mereka bekerja keras menyemprotkan air dari berbagai arah, sementara warga berusaha menyingkirkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.  

Sekitar pukul 10.00 Wita, api akhirnya dinyatakan padam. Enam bangunan terdampak, terdiri dari tiga rumah, satu bedakan (kost berpetak) tiga pintu, serta dua rumah lain yang rusak ringan di bagian dapur. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material yang dialami warga cukup besar.  

Kini lokasi kebakaran masih ramai oleh kerumunan warga yang menyaksikan puing-puing bangunan hangus terbakar. Marlen Yohana tampak pasrah, pagi yang seharusnya diisi dengan olahraga berubah menjadi pengalaman pahit kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.