Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada tahun anggaran 2025 mencapai Rp.874 miliar.
Hal tersebut disampaikan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang dipaparkan di hadapan DPRD, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pendapatan daerah sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 939 miliar.
“Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 939 miliar dan terealisasi Rp. 874 miliar,” ujarnya.
Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer, serta lain-lain pendapatan sah.
Baca juga: Tahun 2025, Serapan Belanja Daerah di Maluku Tengah Capai 88,22 Persen
Baca juga: Bupati Malteng Serahkan LKPJ 2025 ke DPRD: IPM Meningkat, Tingkat Kemiskinan Alami Penurunan
Bupati menyebut, PAD bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, meskipun pendapatan transfer masih menjadi penyumbang terbesar.
Sementara itu, dari sisi belanja, realisasi anggaran daerah mencapai sekitar Rp. 890 miliar.
Belanja tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, hingga transfer ke daerah dan desa.
Meski demikian, Fachri menegaskan bahwa seluruh data keuangan tersebut masih bersifat sementara.
“Data ini masih dalam proses penyusunan dan belum diaudit oleh BPK,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel agar pembangunan daerah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten SBT juga terus mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor unggulan.
Fachri mengungkapkan, panjang jaringan jalan di wilayah SBT saat ini mencapai 648,220 kilometer.
Jaringan tersebut terdiri dari jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten yang menjadi penopang konektivitas antarwilayah.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga membangun sebanyak 28 unit rumah tidak layak huni sepanjang tahun 2025.
Pada sektor perikanan, produksi tercatat mencapai 23.269,02 ton dengan nilai sekitar Rp. 351 miliar.
Produksi tersebut didominasi oleh perikanan tangkap sebesar 22.816 ton, sementara perikanan budidaya mencapai 116,82 ton.
Di sektor pertanian, sejumlah komoditas juga menunjukkan perkembangan positif.
Produksi padi sawah mencapai 2.874 ton, jagung 1.044 ton, serta ubi kayu 3.330 ton.
Selain itu, komoditas perkebunan seperti kelapa, cengkeh, dan sagu turut mengalami peningkatan.
Bupati menegaskan, sektor perikanan dan pertanian akan terus didorong sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi SBT ke depan akan semakin kuat dan berkelanjutan.(*)