Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman ikut mengomentari naiknya harga plastik di tengah terjadinya konflik Timur Tengah.
Menurutnya, pengusaha plastik seharusnya tidak mengambil keuntungan sendiri.
Hal ini dikatakan olehnya saat berkunjung ke IPB Science Techno Park pada Kamis (9/4/2026).
“Kan selama ini sudah untung kan puluhan tahun. Tolong jangan mengambil keuntungan dalam kesempitan,” kata Amran kepada TribunnewsBogor.com.
Plastik sendiri memang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Untuk sektor pertanian pun, plastik masih digunakan untuk membungkus bahan-bahan.
Pengusaha dinilai oleh Amran harus memiliki rasa bahwa kondisi saat ini tidak selamanya terjadi.
“Saya katakan, ini pengusaha-pengusaha kan sudah lama juga untung, kan? Kondisi begini kan ini tidak selamanya terjadi. Kondisi ini perlu kita ada kepedulian bersama,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sudah berupaya untuk mengatasi dampak yang terjadi akibat konflik ini.
“Coba BBM, tidak naik kan BBM? Itu perhatian Presiden luar biasa. Beras aman. Jadi program kita sudah nyata. Beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini bulan 5 juta ton, kapasitas bulan cuma 3 juta ton,” ujarnya.