TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sejumlah tenda Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, porak-poranda diterjang hujan badai, Kamis (9/4/2026) siang.
Ada tenda yang terbalik dan ada yang bergeser dari tempatnya dihempas angin kencang beriring hujan deras dan petir.
Barang dagangan pun basah dan berserakan.
Kondisi ini juga menyebabkan 'mati lampu' di wilayah Kelurahan Malanggo', Kecamatan Rantepao, diduga karena adanya kabel PLN yang putus.
Belum diketahui kerugian dari para pelaku UMKM tersebut.
Peringatan Dini
Sehari sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Toraja dan sekitarnya untuk Selasa (8/4/2026).
Dalam rilis resminya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 16.40 WITA.
Wilayah yang terdampak antara lain di Kabupaten Tana Toraja meliputi Saluputti, Bittuang, Bonggakaradeng, Makale, Rantetayo, Mengkendek, Sangalla, Rembon, Makale Utara, Makale Selatan, hingga Masanda dan sekitarnya.
Sementara di Kabupaten Toraja Utara, potensi cuaca serupa terjadi di wilayah Rantepao, Sesean, Rindingallo, Sa’dan, Sanggalangi, Sopai, Tikala, Tallunglipu, Dende Piongan Napo, Buntu Pepasan, Baruppu, hingga Kapala Pitu dan wilayah lain di sekitarnya.
BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.40 WITA.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Warga juga diminta menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat disertai petir terjadi.
BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.