TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur dari Partai Gerindra, Abdul Hamid, meminta pemerintah segera mendirikan posko darurat dan menyalurkan makanan bagi para korban gempa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Dalam wawancara via telepon, Kamis (9/4/2026), Abdul mengatakan para korban saat ini harus berlindung di tempat terbuka karena banyak rumah yang hancur, sementara persediaan makanan menipis akibat dampak gempa.
“Para korban sangat membutuhkan makanan, minuman, dan tenda sebagai tempat tinggal sementara,” ujarnya.
Abdul juga mengungkapkan bahwa guncangan gempa terasa sangat kuat, bahkan terjadi hingga tiga kali, sehingga menimbulkan kepanikan di pesisir pantai.
Baca juga: Warga Panik Usai Gempa Guncang Adonara Flores Timur, Mengungsi dan Tidur di Luar Rumah
Ria, salah seorang warga, menceritakan warga berlari keluar rumah saat guncangan terjadi sekitar pukul 00.12 WIB dan memilih bertahan di luar hingga pagi.
“Tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka-luka. Ibu hamil dan bayi tetap berada di halaman rumah,” ungkapnya.
Seorang warga juga sempat pingsan akibat tertimpa lemari, namun berhasil dievakuasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa mengguncang Flores Timur.
Gempa pertama terjadi Rabu (8/4/2026) pukul 23.17 WIB berkekuatan Magnitudo 4,7 dengan episenter 22 km tenggara Larantuka, kedalaman 10 km.
Gempa susulan terjadi Kamis pukul 04.54 WIB berkekuatan Magnitudo 3,8 dengan kedalaman 3 km.
Guncangan dirasakan hingga wilayah Lembata (III MMI) dan Flores Timur (II–III MMI).
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, melaporkan ratusan rumah rusak akibat gempa.
Hingga Kamis siang, tercatat 150 rumah rusak di Desa Terong dan Desa Lamahala, serta 20 warga mengalami luka ringan dan berat akibat reruntuhan bangunan.
“Warga mengungsi ke rumah kerabat, sebagian membangun tenda darurat di Terong dan Lamahala Jaya. Pendataan masih berlangsung,” jelas Ismail.
Pemerintah setempat bersama relawan terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa.