BGN Kembali Tutup Dapur SPPG di Polman Karena Tak Miliki IPAL dan SLHS, Total Ada 29 Dapur
Abd Rahman April 09, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN-Sebanyak 29 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam dua pekan terakhir, Kamis (9/4/2026).

Penutupan dilakukan secara bertahap karena sejumlah dapur belum memenuhi standar operasional ditetapkan.

Dapur ini diberhentikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah ditemukan sejumlah pelanggaran standar sanitasi dan kelayakan operasional.

Baca juga: Bupati se-Sulbar Sepakat Tak Ada Pemecatan PPPK, Asalkan?

Baca juga: Begini Modus Pria 42 Tahun di Mamuju Setubuhi Anak Kandung Masih 13 Tahun

Sebanyak 29 dapur SPPG berhenti beroperasi ini karena tidak dilengkapi dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Serta terdapat pula dapur yang belum memperoleh dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pada tahap pertama, BGN menghentikan operasional 13 dapur MBG, pada tahap kedua, sebanyak 16 dapur kembali ditutup.

Kebijakan penutupan ini mengacu pada Surat Edaran BGN Nomor 1210/D.TWS/03/2026 tentang Penutupan Operasional Sementara, serta surat lanjutan Nomor 1347/D.TWS/04/2026.

Berdasarkan isi surat tersebut, penutupan dilakukan karena sejumlah dapur belum melengkapi SLHS dan IPAL.

Koordinator Wilayah BGN Polman, Muhammad Firman Jaelani, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut.

Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG.

"Penutupan ini dilakukan agar seluruh mitra MBG dapat menjalankan program sesuai standar, menjaga kualitas, serta mengikuti seluruh aturan dan SOP yang berlaku," kata Firman Jaelani.

Dia menyampaikan 29 dapur SPPG ini sementara mengurus kelengkapan dokumen SLHS.

Serta terdapat beberapa dapur mulai membangun IPAL di bagian belakang dapur untuk pengolahan limbah.

Adapun dapur MBG yang ditutup pada tahap pertama antara lain SPPG Takatidung 1, SPPG Takatidung 3.

SPPG Balanipa Galung Tuluk, SPPG Matakali Pasiang, SPPG Tinambung, SPPG Balanipa Pambusuang.

SPPG Campalagian Parappe, SPPG Laliko, SPPG Luyo Mapilli Barat 2, SPPG Tutar Taramanu, SPPG Anreapi Duampanua, dan SPPG Limboro.

Sementara pada tahap kedua, dapur yang ditutup meliputi SPPG Matakali, SPPG Patampanua, SPPG Madatte.

SPPG Campalagian Kenje, SPPG Campalagian Parappe I, SPPG Alu Petoosang, SPPG Campalagian Bonde.

SPPG Luyo Mapilli Barat, SPPG Tinambung 2, SPPG Campalagian Pappang 1, SPPG Tapango Palitakan.

SPPG Campalagian Pappang 2, SPPG Balanipa Sabang Subik, SPPG Balanipa, SPPG Luyo Puccadi, SPPG Lagi Agi, dan SPPG Bulo Pulliwa.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan dapur-dapur tersebut dapat kembali beroperasi. 

BGN menegaskan operasional baru bisa dilanjutkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi, termasuk kepemilikan SLHS dan penyediaan IPAL sesuai standar.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.