TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan memulai Musyawarah Cabang (Muscab) di wilayah Luwu Raya.
Agenda ini sekaligus menjadi persiapan strategis partai menyongsong Pemilu 2029.
Luwu Raya sendiri meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.
Pelaksanaan Muscab digelar di Hotel Banua Wisata, Kota Palopo, sejak Rabu (8/4/2026) kemarin.
Proses seleksi calon ketua DPC dimulai dari penjaringan yang dilakukan oleh Tim 5 PKB Sulsel.
Tim lima diketuai anggota DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal alias Deng Ical.
Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menyebut Tim 5 telah menjaring belasan nama bakal calon ketua DPC.
Namun, fokus utama Muscab ini adalah mengevaluasi kinerja pengurus lama yang gagal mencapai target Pemilu 2024, khususnya daerah dengan kursi yang menurun.
“Target capaian PKB ini naik, harapannya kita bisa menambah 20 persen dari persentase kursi yang ada sekarang. Beberapa kabupaten dan kota kemungkinan akan mengalami evaluasi,” ujar Wawan, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Lobi Azhar Arsyad ke Wali Kota Naili Trisal: PKB tidak Ada kursinya di Palopo, Gerindra Saudara
Wakil Ketua PKB Sulsel itu menegaskan bahwa Muscab kali ini berbeda dari sebelumnya karena akan melahirkan beberapa nama calon ketua yang kemudian mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Mekanisme pemilihan ketua DPC dalam Muscab ini disebut sama persis dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Sulsel.
Partai juga membuka peluang tokoh eksternal untuk maju sebagai calon ketua DPC, selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Wawan menyampaikan, DPP PKB turun langsung pada beberapa titik Muscab, salah satunya diwakili Deng Ical.
Kehadiran pengurus pusat ini diharapkan memperkuat koordinasi dan legitimasi Muscab PKB Kabupaten Kota.
Pemilihan Muscab di Luwu Raya dilakukan secara acak, bukan prioritas wilayah tertentu.
Wawan menekankan, Luwu Raya dipilih sebagai titik awal karena kesiapan struktur DPC di daerah ini lebih matang dibandingkan beberapa daerah lain, termasuk Makassar.
Perolehan kursi DPRD PKB di Luwu Raya menunjukkan dinamika signifikan antara Pemilu 2019 dan 2024.
Kota Palopo justru kehilangan seluruh kursinya dari dua kursi sebelumnya.
Sementara Kabupaten Luwu justru mengalami lonjakan dari dua menjadi empat kursi.
Kabupaten Luwu Timur mempertahankan satu kursinya.
Sedangkan Luwu Utara berhasil menambah satu kursi, menjadi tiga.
Wawan menambahkan, evaluasi kinerja pengurus di daerah yang tergelincir menjadi hal krusial.
Hal ini dilakukan untuk memastikan PKB Sulsel semakin solid dan siap menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad mengatakan muscab kali ini menjadi momentum penting bagi pembenahan struktur organisasi hingga tingkat bawah.
“PKB di 2026 ini fokus pada penataan struktur. Karena itu tim ini bertugas melakukan konsolidasi dan pemetaan di seluruh DPC PKB kabupaten/kota,” ujar Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
Empat anggota lainnya terdiri atas Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, Wakil Ketua PKB Sulsel Wawan Mattaliu, mantan Ketua PW GP Ansor Sulsel Rusdi, serta Wakil Ketua PKB Sulsel Nasra Hasse.
Azhar menjelaskan, setiap anggota tim telah dibagi ke dalam sejumlah zona kerja untuk turun langsung ke daerah, berkoordinasi dengan pengurus DPC, PAC, hingga struktur ranting.
“Tugas tim ini bukan hanya melihat persoalan, tetapi mengidentifikasi kondisi existing DPC—apa yang berjalan, apa yang perlu dibenahi,” jelas Azhar.
Pada Pemilu 2024, PKB berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota se-Sulsel dari 51 menjadi 69 kursi.
Di DPR RI, PKB mempertahankan dua kursinya selama dua periode berturut-turut.
Sementara di DPRD Sulsel, PKB mencatat sejarah dengan meraih delapan kursi, termasuk pertama kalinya mendudukkan kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.(*)