Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kunjungan Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, ke SMPN 8 di Kecamatan Pematang Tiga, Kamis (9/4/2026), menghadirkan cerita menarik.
Saat melewati jalan menanjak menuju sekolah, ia mengaku teringat pengalamannya saat retreat dan mendaki Gunung Tidar di Magelang.
Rachmat Riyanto bersama rombongan harus berjalan kaki karena kondisi jalan menuju SMPN 8 Bengkulu Tengah yang rusak dan curam.
Namun, medan tersebut justru membangkitkan kenangan tersendiri baginya.
“Jadi tadi, pada saat naik, nanjak, saya ingat waktu retreat dulu, saya naik Gunung Tidar, lebih tinggi dari itu,” ujarnya dalam wawancara bersama TribunBengkulu.com.
Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi pembanding bahwa medan menuju sekolah masih bisa dilalui dengan semangat.
Diketahui, kunjungan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan TKA dan penyaluran MBG.
Tantangan Dinilai Bentuk Karakter Siswa
Menurut Rachmat, kondisi jalan yang menanjak tidak sepenuhnya menjadi hambatan. Ia justru melihatnya sebagai tantangan yang mampu membentuk karakter siswa.
“Saya malah lebih suka seperti itu, menambah gairah dan semangat anak-anak. Jadi pagi-pagi anak-anak bergerak naik ke atas, kemudian belajar. Ini luar biasa sekolah ini,” katanya.
Ia menilai aktivitas fisik sebelum belajar dapat memberikan energi positif bagi siswa.
Jalan Akan Diperbaiki, Tantangan Tetap Dipertahankan
Meski mengapresiasi semangat siswa, Rachmat tetap menegaskan perlunya perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah.
“Saya berharap nanti kita perbaiki jalannya saja, tapi tetap kecuramannya kita pertahankan, ada tantangannya,” ungkapnya.
Sekolah Bangga Dikunjungi Bupati
Kepala SMPN 8 Bengkulu Tengah, Arri Mahesa, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut.
“Terima kasih Pak Bupati atas kunjungannya, kami merasa bangga sekali karena sudah jauh-jauh datang ke sekolah kami ini,” ucapnya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.