BOLASPORT.COM – Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 stadion megah yang ada di kawasan Amerika Utara. Salah satunya adalah Stadion Azteca.
Stadion yang kini telah berganti nama komersial menjadi Estadio Banorte itu merupakan arena yang terletak di Meksiko.
Tercatat, Stadion Azteca menjadi venue dengan kapasitas terbanyak kedua dari 16 arena yang menggelar Piala Dunia 2026.
Stadion yang pertama kali dibuka pada tahun 1966 itu memiliki kapasitas nyaris 88.000 kursi penonton.
Jumlah tersebut hanya terpaut sekitar 6.000 dari Stadion AT&T yang menjadi venue terbesar di event empat tahunan edisi kali ini.
Meski punya kapasitas besar, FIFA justru menjadikannya venue laga pembuka, di mana jatah penggelar partai final diberikan ke MetLife Stadium (Amerika Serikat).
Padahal dalam sejarahnya, Azteca merupakan stadion yang paling sering menggelar final Piala Dunia.
Bersama Maracana, stadion kebanggaan masyarakat Meksiko itu telah menggelar final Piala Dunia sebanyak dua kali, yakni pada edisi 1970 dan 1986.
Markas angker timnas Meksiko ini juga menjadi saksi hidup dua legenda terbesar angkat trofi, Pele dan Diego Maradona, plus tempat kejadian Gol Tangan Tuhan dari Maradona.
Sayangnya FIFA memutuskan final edisi 2026 diselenggarakan di Amerika Serikat, yang juga menjadi negara dengan venue terbanyak di ajang ini.
Stadion Azteca sejatinya sudah mempersiapkan diri menyambut Piala Dunia 2026 sejak jauh-jauh hari.
Hal ini ditandai dengan renovasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah setempat sejak Mei 2024.
Dilansir BolaSport.com dari El Pais, renovasi ini meliputi penambahan kursi penonton dari 83.000 menjadi 87.500 penonton.
Kemudian pemerintah setempat memasang layar video baru serta lapangannya dipasang rumput sintetis hibrida.
Demonstrasi Warga
Renovasi ini juga meliputi fasad stadion, pemasangan lampu LED, ruang ganti baru, terowongan pemain, dan penggantian kursi penonton.
Untuk renovasi ini, pemerintah Meksiko menginvestasikan lebih dari 150 juta dolar AS atau 2,5 triliun rupiah.
Besarnya biaya renovasi itu membuat masyarakat Meksiko menggelar aksi protes besar-besaran karena pemerintahnya dinilai abai terhadap isu sosial.
Di saat dana besar dikeluarkan untuk Stadion Azteca, warga setempat menghadapi masalah seperti public housing (perumahan), air, listrik, dan transportasi.
Tak ayal demo pun dilakukan masyarakat saat stadion tersebut dibuka dan menggelar duel Meksiko vs Portugal pada 28 Maret 2026 waktu setempat.
Sebagai informasi tambahan, nama Stadion Azteca berasal dari peradaban Aztek yang dominan di Meksiko pada abad ke-14 hingga ke-16.
Sebelum berganti nama menjadi Estadio Banorte karena alasan sponsor, stadion ini pernah berubah nama menjadi Estadio Guillermo Canedo.
Nama tersebut diambil dari Guillermo Canedo de la Barcena, yang merupakan mantan Presiden Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF).
Masalah penamaan ini pun berlanjut di Piala Dunia 2026 setelah FIFA melarang menggunakan nama Estadio Banorte untuk hajatan tersebut.
Sebagai gantinya, induk sepak bola dunia itu akan memperkenalkan Stadion Azteca sebagai Mexico City Stadium saat menggelar laga Piala Dunia.
Venue megah ini akan membuka tirai turnamen akbar dengan menggelar duel pertama Grup A antara timnas Meksiko vs Afrika Selatan, 11 Juni 2026.
Profil Stadion Azteca
Nama: Stadion Azteca (1966-1997), Estadio Guillermo Canedo (1997-1998), Stadion Azteca (1998-2026), Estadio Banorte (2026)
Tahun Berdiri: 29 Mei 1966
Kapasitas: 87.500 kursi
Lokasi: Coyoacan, Mexico City, Meksiko