TRIBUNJAKARTA.COM - Sebanyak 10 penumpang sempat terjebak di dalam lift di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akibat pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Insiden itu viral di media sosial setelah akun Instagram @ijoeel mempostingnya.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan peristiwa bermula saat listrik di area stasiun mendadak padam sekitar pukul 17.58 WIB.
"Akibat padamnya listrik, lift berhenti beroperasi dan menyebabkan 10 penumpang terjebak di dalam," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Menurut Asril, petugas keamanan setempat sempat mencoba melakukan evakuasi, namun upaya tersebut tidak berhasil karena tidak adanya suplai listrik.
Pihak stasiun kemudian berkoordinasi dengan tim terkait dan menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk bantuan penyelamatan.
Tim rescue dari Damkar Jakarta Selatan tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB.
Sebanyak 7 personel damkar turun langsung menangani laporan.
Namun, proses evakuasi sempat mengalami kendala karena pintu lift tidak bisa dibuka secara manual.
"Setelah berkoordinasi dengan pihak stasiun, petugas akhirnya melakukan pembukaan paksa pintu lift agar penumpang bisa segera dievakuasi," kata Asril.
Proses evakuasi dimulai pukul 18.24 WIB dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 18.40 WIB.
Seluruh penumpang berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka.
Peristiwa ini terjadi di tengah pemadaman listrik yang juga dikeluhkan warga di berbagai wilayah Jakarta melalui media sosial.
Hingga kini, penyebab padamnya listrik masih dalam penelusuran pihak terkait.
Sejumlah wilayah di Jakarta dilaporkan mengalami pemadaman listrik pada Kamis (9/4/2026), yang membuat aktivitas warga terganggu.
Keluhan pun ramai bermunculan di media sosial seperti di X dan Threads.
Banyak netizen mengaku mengalami mati listrik secara mendadak, bahkan di waktu yang bersamaan di beberapa lokasi berbeda.
"Guys area pluit mas.. PLN GI Angke habis meledak kah? Kondisi sekarang mati lampu semua after what I think is lightning..," tulis @070Oracle.
"ni sejakarta mati lampu ya? GI mati, MRT mati.." tulis @papibebek.
Banyak juga warga net di Threads juga mengeluhkan hal serupa.
"Jakarta mati lampu semua gak siiih? Ada apa yaaa ????" tulis @audreykusnadi.
"Guysss, Jakarta mati lampu semua gak sih? Plaza indonesia dan blok m plaza mati lampu serentak lhooo.Ada aps nihhh? Absen dong huwaaaa ????" tulis @tiarawdhy.
"Ini PLN se Jakarta Utara mati lampu kah? Yaampun gelap gulita," tulis @momipown.
"Komplek ku mati lampu, trs td lewatin Teluk gong, Angke, Jelambar, TPI gelappp semuaaa. Pada mati lampu juga gak?? ????????," tulis @calistahuang.
Kondisi tersebut membuat masyarkat mengeluhkan kondisi gelap yang mengganggu aktivitas rumah tangga hingga pekerjaan.
Berdasarkan laporan yang beredar, pemadaman terjadi di sejumlah titik dan berlangsung selama beberapa waktu.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab gangguan tersebut.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan serta memastikan pemulihan listrik dapat dilakukan secepatnya agar aktivitas warga kembali normal.
Operasional MRT Jakarta sempat mengalami gangguan pada Kamis (9/4/2026) sore setelah pasokan listrik dari sisi PLN mengalami kendala, membuat sejumlah stasiun elevated mengalami blackout.
Gangguan terjadi sekitar pukul 17.57 WIB dan sempat mempengaruhi sejumlah fasilitas penting di stasiun, mulai dari penerangan, elevator, hingga eskalator.
PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan gangguan tersebut dipicu oleh masalah pasokan listrik dari sisi PLN di area CSW.
“Gangguan operasional ini disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW) yang mengakibatkan sebagian fasilitas stasiun, seperti penerangan, elevator, eskalator, dan beberapa fasilitas lainnya mengalami gangguan. Seluruh stasiun elevated sempat mengalami kondisi blackout, namun saat ini telah berhasil dinormalkan kembali,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo dalam keterangannya.
Akibat gangguan tersebut, seluruh stasiun elevated MRT Jakarta sempat berada dalam kondisi gelap total.
Situasi ini membuat sejumlah fasilitas penunjang pelayanan penumpang tidak dapat berfungsi untuk sementara waktu, terutama pada jam sibuk sore hari.
Meski begitu, MRT Jakarta bergerak cepat melakukan penanganan untuk memulihkan layanan.
“MRT Jakarta telah melakukan langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal,” kata Rendy.
Hingga Kamis malam, petugas MRT Jakarta masih terus memantau kondisi di seluruh stasiun guna memastikan layanan kembali berjalan stabil.
Pihak operator juga memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama proses penormalan berlangsung.
“Saat ini, petugas di lapangan MRT terus memantau kondisi dan memastikan layanan tetap berjalan dengan baik. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala,” katanya.
MRT Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya, keselamatan Pelanggan MRT Jakarta tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.