TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BEM KM Universitas Andalas meminta Wakil Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade, bawa lima tuntutan ke Senayan, Jakarta.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Mahasiswa KM Universitas Andalas (Unand), Shabbarin Syakur.
Tuntutan tersebut diserahkan usai Andre Rosiade menghadiri tuntutan terbuka dengan mahasiswa di Sekretariat BEM KM Unand, Kamis (9/4/2026).
Kata Shabbarin Syakur, kajian tersebut telah diserahkan dan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan di tingkat pusat.
Ia juga meminta adanya komitmen untuk menindaklanjuti dokumen tersebut dalam waktu tertentu.
Baca juga: Dosen Unand Beri Masukan Terkait Program MBG Saat Diskusi Terbuka Andre Rosiade dengan Mahasiswa
“Untuk hasilnya tadi memang kami menyerahkan kajian yang mungkin diminta untuk diberikan di Senayan, tadi juga sudah ditandatangani," ujarnya.
Menurut dia, kajian itu memuat sejumlah isu strategis yang dinilai perlu dibahas lebih lanjut secara nasional agar mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Adapun lima poin utama yang disuarakan meliputi, evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG), dorongan revisi regulasi terkait isu LGBT, perhatian terhadap isu HAM khususnya pembatasan kebebasan berekspresi.
Selain itu juga ada penguatan fungsi Koperasi Merah Putih yang dinilai belum optimal, serta evaluasi kebijakan secara umum termasuk arah penganggaran di sektor pendidikan.
Baca juga: Ruangan Penuh, Sebagian Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Ikuti Diskusi Andre Rosiade Soal "Presiden Pakak"
Menurut Shabbarin, evaluasi terhadap kebijakan MBG menjadi salah satu fokus utama karena dinilai berpotensi menimbulkan risiko jika tidak ditinjau secara menyeluruh.
“Teknisnya itu harus dievaluasi lebih lanjut lagi, jangan sampai malah menghasilkan risiko baru,” katanya.
Presma Unand itu juga menyoroti penggunaan anggaran dalam program tersebut. Menurutnya, alokasi dana seharusnya dapat diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, mengingat masih banyak generasi muda yang menghadapi keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan.
“Harusnya dana yang dialokasikan ke MBG ini diperhatikan lagi, dievaluasi lagi, dan coba untuk lebih difokuskan untuk mensubsidi pendidikan sehingga akses ke pendidikan bisa lebih luas,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Khairunas Lantik 32 Pejabat Solok Selatan, Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik
Selain itu, Shabbarin Syakur turut menyinggung kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi, khususnya terkait dugaan pembatasan kebebasan berekspresi. Ia berharap kasus-kasus yang berkaitan dengan hal tersebut dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan secara jelas.
Seluruh poin dalam kajian tersebut diharapkan dapat dibahas di Senayan agar memperoleh perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan.
“Kami minta juga untuk disampaikan di Senayan kepada pihak yang memang menaungi hal-hal permasalahan tersebut,” katanya.
Presiden Mahasiswa KM Universitas Andalas (Unand) Shabbarin Syakur menegaskan kritik yang disampaikan mahasiswa dalam diskusi publik bersama Andre Rosiade merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang berbasis kajian lapangan.
Menurut Syakur, suara yang dibawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bukan sekadar opini, melainkan hasil riset langsung terhadap kondisi masyarakat.
“Suara yang kami bawa di BEM Unand ini bukan suara hasil karangan di atas meja. Kami punya tim kajian yang turun langsung mendengar keluhan di bawah,” ujar Syakur, Kamis (9/4/2026).
Salah satu poin dari diskusi terbuka BEM KM Unand bersama Wakil Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade yakni terkait MBG.
Baca juga: Ruangan Penuh, Sebagian Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Ikuti Diskusi Andre Rosiade Soal "Presiden Pakak"
Ia menjelaskan, mahasiswa tidak menolak program Makanan Bergizi Gratis (MBG), namun menilai implementasinya masih perlu evaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Kami sepakat stunting harus ditekan. Namun implementasinya masih terkesan terburu-buru dan top-down. Ini yang kami sebut perlu evaluasi total,” katanya.
Selain itu, Syakur juga menyoroti pentingnya transparansi dalam rantai pasok program MBG agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha lokal di Sumatera Barat.
Syakur menekankan bahwa penggunaan produk lokal harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: Groundbreaking Huntap di Kuranji, BNPB Juga Percayakan Sepablock di Sumut dan Aceh
Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan akan mengawal komitmen terkait penyelesaian persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa yang nonaktif.
“Kami akan kawal janji pertemuan dengan Menteri Pendidikan tanggal 26 atau 27 nanti,” tegasnya.
Syakur juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat tidak mengabaikan hak masyarakat lokal, serta mendorong adanya mitigasi bencana jangka panjang yang lebih terencana.
Puluhan mahasiswa gagal memasuki ruangan Sekretariat BEM KM Unand mengikuti diskusi terbuka dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade Kamis (9/4/2026).
Kondisi ini terjadi lantaran antusiasme massa membludak menyusul agenda diskusi yang terjadi setelah beberapa waktu lalu BEM Unand Sebut Presiden Pakak.
Diketahui, kedatangan Andre Rosiade ke Unand berawal dari undangan terbuka yang dilayangkan BEM KM Unand melalui akun instagramnya.
Mereka meminta Andre berdiskusi untuk membahas mengenai dinamika perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Sumbar.
Undangan terbuka itu lantas diterima langsung oleh Andre Rosiade dengan menyatakan ketersedian melalui kolom komentar di postingan instagram @bemkmunand.
Baca juga: Polisi Tangkap Pria Ambil HP Mahasiswi di Transportasi Online di Padang, Sempat Pura-pura Tidak Tahu
Sementara, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak mahasiswa cukup antusias mendatangi diskusi terbuka tersebut.
Sejak pukul 10:27 WIB, terlihat mahasiswa sudah memenuhi bagian luar ruangan Sekretariat BEM KM Unand.
Sejumlah mahasiswa yang berada di luar ruangan tersebut tidak dapat mengikuti diskusi, sebab sudah dipenuhi oleh para peserta.
Memasuki ruangan, di depan pintu masuk juga masih banyak peserta diskusi yang berdiri akibat tidak kebagian tempat duduk.
Ruangan itu tak terlalu besar, para peserta terlihat duduk di lantai, hanya para pembicara yang tampak disediakan kursi.
Baca juga: Sijunjung Targetkan Akselerasi Ekonomi 2027, Nagari Jadi Poros Pembangunan Daerah
Pembicara diskusi ini antara lain Anggota DPR RI Andre Rosiade, Presiden BEM KM Unand, hingga Dosen Politik Unand.
Terlihat, mahasiswa mendengarkan dengan seksama diskusi yang tengah berlangsung, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pendidikan dan lain sebagainya
Diskusi sempat tegang, akibat terbatasnya waktu yang diberikan moderator kepada pembicara, yakni 10 menit. Hal ini terjadi saat Andre Rosiade berbicara.
Sempat terjadi teriakan dari peserta diskusi, mereka meminta tambahan waktu untuk Andre melanjutkan diskusi.
Tak berlangsung lama, akhirnya diskusi kembali kembali berjalan dengan normal. Hingga kini, kegiatan tersebut masih berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, para peserta masih berdatangan di lokasi, namun tidak dapat memasuki ruangan akibat penuh.
Baca juga: Segera Dibangun! Intip Desain Stadion H Agus Salim Padang Standar AFC, Ada Warna Marawa Khas Minang
"Pemerintah Indonesia sering kali menggaungkan bahwa bangsanya adalah negara Hukum, namun keadilan mana yang ditegakkan oleh negara saat ini? Indonesia adalah negara demokrasi, dimana setiap masyarakat bebas bersuara selama tidak mengkritik pemerintah dan Indonesia akan selamanya menjadi negara yang kaya, walau tidak pernah benar-benar diberikan untuk rakyatnya. Menuju Indonesia CEMAS 2045 bersama PRESIDEN PAKAK!!!," tulis akun BEM Unand dikutip Kamis (9/4/2026).
Dalam keterangan postingannya dituliskan:
Narasi “keberhasilan” yang terus digaungkan justru semakin kontras dengan realitas di lapangan yang penuh ketimpangan, kegagalan, dan pembungkaman. Ketika angka-angka dijadikan tameng untuk menutupi dampak nyata, ketika program hanya berhenti sebagai simbol tanpa keberpihakan, dan ketika kritik dibalas dengan intimidasi, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan, melainkan arah demokrasi itu sendiri. Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang program yang berjalan atau tidak, tetapi tentang kejujuran, keberpihakan, dan masa depan demokrasi yang sedang kita hadapi bersama.
Kemudian postingan mendapat respons Andre Rosiade dalam kolom komentar. Dia mengatakan
Mahasiswa Unand harus buka hati. Mengkritik silahkan, tapi tolong pakai cara yg beradab. Menurutnya Presiden Prabowo serius Membangun Sumbar. Bahkan Puluhan Triliun disiapkan Membangun Kembali Sumbar karena bencana.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini 9 April 2026, Payakumbuh Hujan Petir, Bukittinggi Hujan Ringan
"Kalau kalian memang serius memperbaiki Sumbar. Kok kalian diam melihat ekonomi Sumbar hanya tumbuh 3 persen an dan Infflasi 6 persen . Artinya Sumbar semakin miskin. Yg salah Presiden gitu???? " tulis Andre.
Andre juga menyebut jalan-jalan provinsi hancur, wilayah minim investasi, pasar sepi, narkoba, kasus HIV tinggi.
BEM KM Unand kemudian meresposn dengan mengundang Andre Rosiade melakukan diskusi terbuka. Andre kemudian menyanggupi dan diskusi terbuka akhirnya digelar Kamis (9/4/2026). (*)