Dosen Unand Beri Masukan Terkait Program MBG Saat Diskusi Terbuka Andre Rosiade dengan Mahasiswa
Rezi Azwar April 09, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah dosen dari Universitas Andalas (Unand) menyampaikan tanggapan dalam diskusi terbuka dengan Wakil Komisi IV DPR RI, Andre Rosiade di Sekretariat BEM KM, Kamis (9/4/2026).

Diskusi ini bermula ketika BEM KM Unand menyebut Presiden Prabowo "Presiden Pakak" yang mendapat respon langsung dari Andre Rosiade.

Hingga akhirnya, Andre Rosiade mendatangi Sekretariat BEM KM Unand untuk berdiskusi usai dikirimkan undangan terbuka melalui postingan Instagram.

Dalam diskusi terbuka tersebut, tak hanya Presma Unand, Dosen Politik hingga Ilmu Budaya Unand juga hadir.

Baca juga: Gerindra Sumbar Respons Survei Indikator, Prabowo Subianto Unggul Jadi Penyemangat Kader

Salah satu poin yang menjadi sorotan dan sedang hangat dibicarakan, yakni program Presiden Prabowo terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dosen FISIP Unand, Indah Adi Putri menilai program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting.

Namun, Indah menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaannya, terutama terkait standar higienitas makanan serta transparansi penyaluran bantuan sosial.

“Program ini baik, tetapi pengawasan harus diperkuat, termasuk memastikan persoalan administratif seperti KIP tidak menghambat akses pendidikan mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, Indah juga menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan daerah, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha agar lulusan mampu menjawab tantangan industri.

Baca juga: Tol Sicincin–Bukittinggi Didorong Dibangun Mulai Akhir 2026, Masalah Pembebasan Lahan Jadi Sorotan 

Senada, Dosen FISIP Unand lainnya, Malse Yulivestra menekankan pentingnya keberlanjutan program pemerintah serta keterlibatan petani dan peternak lokal dalam rantai pasok MBG.

"Dampak ekonomi program tersebut akan lebih terasa jika masyarakat lokal benar-benar dilibatkan secara aktif," katanya.

Di sisi lain, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand, Hary Efendi Iskandar mengapresiasi ruang dialog yang terbangun antara mahasiswa dan pembuat kebijakan dalam forum tersebut.

Ia menilai dinamika kritik yang berkembang merupakan hal wajar dalam tradisi intelektual kampus.

“Dinamika diskusi ini sangat baik dan tidak perlu dipertajam secara berlebihan,” tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.