Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Jembatan Garuda di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mulai dibangun.
Pembangunan jembatan ini merupakan program nasional yang diprakarsai oleh TNI kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan DPRD Kota Bogor.
Jembatan ini juga untuk mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah yang sulit dijangkau.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy mengapresiasi pembangunan jembatan yang dinilai sangat penting bagi mobilitas warga.
Ia menekankan bahwa keberadaan infrastruktur ini harus berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
"Kami di DPRD sangat mendukung langkah nyata ini. Pesan saya, manfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk mempermudah akses pendidikan dan ibadah. Jembatan ini bukan sekadar beton, tapi urat nadi ekonomi warga Harjasari," kata Rusli Prihatevy.
Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang diprakarsai oleh TNI.
Targetnya tidak main-main, yakni membangun 10 hingga 15 jembatan setiap bulannya di seluruh Indonesia
"Jembatan di Harjasari ini sangat strategis. Ini adalah bentuk hadirnya negara melalui sinergi TNI dan Polri dalam membantu masyarakat. Kami berterima kasih atas dedikasi TNI yang membantu memudahkan akses warga menuju tempat ibadah dan sekolah," kata Jenal.
Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Kavaleri Gan Gan Rusgandara, mengatakan bahwa untuk wilayah Korem 061/Surya Kancana, pihaknya menargetkan pembangunan satu jembatan setiap bulan.
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui survei bersama Pemkot dan DPRD untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kriteria utamanya adalah jembatan yang menghubungkan dua daerah dan memiliki nilai urgensi tinggi bagi pendidikan serta ekonomi.
"Kami melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Tujuannya agar muncul rasa memiliki, sehingga warga juga turut menjaga dan merawat jembatan ini ke depannya," tandasnya.