Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Salwani Desak Janji Kementerian PU
Mawaddatul Husna April 09, 2026 06:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Pembangunan jembatan Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Mesidah dan Bandar di Kabupaten Bener Meriah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pengerjaan.

Kementerian PU sebelumnya menjanjikan pembangunan jembatan darurat dari kontainer rampung sebelum Lebaran, dan jembatan permanen mulai dikerjakan pada bulan April 2026.

Tapi nyatanya janji tersebut tak kunjung terealisasi, bahkan jelang sebulan pascalebaran pun belum ada tanda pengerjaan.

Padahal hampir lima bulan pascabencana, 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih terisolasi, dan bertaruh nyawa di atas jembatan bambu yang kian rapuh.

jembatan wih kanis bener meriahhh
JEMBATAN DARURAT - Warga mencoba melewati jembatan darurat Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Mesidah dan Bandar di Kabupaten Bener Meriah. (TribunGayo.com/Bustami)

Menanggapi kondisi ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani mendesak Kementerian PU untuk segera menepati janjinya.

Karena kondisi ini dinilai sebagai bentuk pembiaran yang membahayakan keselamatan warga.

Karena mengingat jembatan darurat hasil swadaya masyarakat tersebut kini dilaporkan mulai renggang dan bergoyang saat dilintasi kendaraan roda dua di atas aliran sungai yang deras.

"Kita mendesak Kementerian PU segera realisasi janjinya, jangan tunggu ada korban dulu, ini udah hampir lima bulan," ujar Salwani kepada TribunGayo.com, Kamis (9/4/2026).

Menurut Salwani, jembatan Wih Kanis merupakan urat nadi ekonomi bagi warga di Kecamatan Mesidah.

Lantas karena jembatan ini rusak, perekonomian warga disana juga ikut terganggu, makanya jembatan tersebut harus segera dibangun, bila memungkinkan langsung secara permanen.

"Harus segera dibangun jembatan agar masyarakat dapat mengakses jalur tersebut baik menggunakan roda dua dan roda empat," tuturnya.

14 Kampung Andalkan Jembatan Wih Kanis

Perlu diketahui, sebanyak 14 kampung di Kecamatan Mesidah mengandalkan jembatan darurat Wih Kanis berbahan bambu untuk dapat melintas menuju ke Kecamatan Mesidah. 

Jembatan permanen telah hancur terseret banjir bandang pada 26 November 2025.

Pembuatan jembatan darurat dari bambu kemudian dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang sebelumnya terisolasi. 

Kini, jembatan darurat tersebut mulai renggang dan rapuh akibat ramainya pengendara. 

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com, jembatan Wih Kanis kini dalam kondisi rusak parah dan hanya bisa dilalui sepeda motor satu per satu.

​Kendala utama terletak pada tanjakan terjal setelah jembatan (arah Mesidah menuju Bandar). 

Banyak kendaraan petani yang memuat hasil panen gagal menanjak hingga memicu kecelakaan. 

Tak hanya petani, para guru yang bertugas di wilayah tersebut juga terpaksa mendorong motor mereka karena takut melintasi medan yang ekstrem.

Warga mendesak perbaikan segera guna menjamin keselamatan pengguna jalan. (*)

Baca juga: Tembok Penahan Tanah Simpang Teritit-Blang Tampu Bener Meriah Roboh, Material Tutupi Jalur Bawah

Baca juga: Harga "Si Kuning" di Bener Meriah Turun Drastis Hari Ini, Emas Murni dan London Ikut Terkoreksi

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Mulai Berlakukan WFH, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi ASN

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.